Unduh Aplikasi

Pengacara Warga Bantah Pernyataan Ketua STAIN Dirundeng

Pengacara Warga Bantah Pernyataan Ketua STAIN Dirundeng
Jalan menuju Kampus STAIN Meulaboh diblokir. Foto: Ist

ACEH BARAT - Pengacara warga penggugat lahan pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng, Rasminta Sembiring, membantah pernyataan Ketua STAIN Innayatillah, yang menyebut ditolaknya gugatan warga berdasarkan putusan sela atas lahan yang diklaim milik warga tersebut.

Menurut Rasminta, putusan sela tersebut bukan penolakan atas gugatan warga terkait lahan yang dimaksudkan oleh Innayatillah, akan tetapi putusan sela tersebut merupakan putusan atas gugatan provisi, dimana dalam pokok perkaranya yang meminta agar tergugat tujuh yakni PT Harum Jaya, dan tergugat delapan selaku PT Belalang Jaya Prima menghentikan pembangunan sarana dan prasarana pembangunan STAIN di atas tanah tergugat satu hingga perkara mempunyai kekuatan hukum tetap.

Baca: Ketua STAIN: Pemindahan Kampus ke Alpen Tunggu Putusan Inkrah

"Lalu atas gugatan provisi itu hakim memberikan putusan sela 31 juli 2019, yang amarnya menolak gugatan provisi yang meminta penghentian pembangunan itu, dan memerintahkan pemeriksaan perkara dilanjutkan serta menangguhkan biaya perkara sampai putusan akhir," kata Rasminta, Kamis (29/8).

Atas keputusan itu, kata Rasminta, pihak perusahaan dapat melanjutkan pembangunan gedung dilahan itu, dan pembangunan gedung tersebut telah dilakukan oleh dua perusahaan tersebut. Terkait dengan gugatan lahan itu, belum ada putusan yang menolak ataupun mengabulkan gugatan para penggugat atas perbuatan melawan hukum yang melakukan para tergugat termasuk STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

"Statmen Ketua STAIN tersebut dapat dianggap pembohongan publik yang mempengaruhi imej masyarakat sehingga sangat merugikan penggugat," ujarnya.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...