Unduh Aplikasi

DUGAAN KORUPSI JEMBATAN PANGWA

Penetapan Tersangka Baru Masih Tunggu Pemeriksaan Dokumen di BPBA

Penetapan Tersangka Baru Masih Tunggu Pemeriksaan Dokumen di BPBA
Kajari Pidie Jaya, Mukhzan. Foto: AJNN/Muksalmina

PIDIE JAYA - Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, mengeledah kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) terkait kasus dugaan korupsi jembatan Pangwa, Kamis 18 Maret 202.

Selain kantor BPBA, kemarin jaksa juga mengeledah kantor rekanan yaitu PT Zarnita Abadi. Dari pengeledahan dua kantor itu, penyidik membawa sejumlah dokumen terkait pelaksanaan jembatan yang dibangun pada tahun anggaran 2017 itu.

Penyidik juga menyita satu unit truk molen dari kantor PT Lhoknga Beton, truk molen itu digunakan pihak rekanan untuk membawa material beton ready mix pengecoran lantai kembatan Pangwa.

Setelah pengeledahan kantor BPBA dan kantor rekanan serta penyitaan truk molen tersebut, kini publik bertanya-tanya apakah akan ada penetapan tersangka baru dari Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pejabat pada Badan Penanggulangan Bencana Aceh itu terkait dugaan pekerjaan rekontruksi jembatan Pangwa yang rusak akibat gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu tersebut.

Menjawab hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Pidie Jaya, Mukhzan mengatakan, pihaknya akan mempelajari berkas-berkas yang diperoleh dari kantor BPBA kemarin sebelum menetapkan tersangka baru.

"Kami akan pelajari dulu dari dokumen yang diperoleh dari kantor BPBA kemarin. Kalau memang fakta perbuatannya dan bisa kami buktikan, tentunya kami akan tetapkan tersangka," kata Mukhzan kepada AJNN via seluler, Jumat (19/3).

Baca: Jaksa Sita Satu Unit Truk Molen Terkait Korupsi Jembatan Pangwa Pijay

"Itu ada nanti selanjutnya, step by step," tambahnya mengisyaratkan.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan korupsi jembatan Pangwa itu, pada Selasa 23 Februari 2021, Kejari Pidie Jaya telah menetapkan dan menahan tiga tersangka, yaitu, Direktur PT Zarnita Abadi, Mahliza. Pengendali CV Tri Karya Pratama Consultan, Azkial Hasan. Dan Direktur CV Trikarya Pratama Consultan, Murtaza.

Setelah penetapan itu, Mukhzan mengatakan tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya yang mengarah kepada pejabat di BPBA.

Sebelumnya, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pidie Jaya, Wahyu Ibrahim mengatakan, pihaknya segera menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi itu.

"Calonnya (tersangka) sudah ada, kami akan segera menetapkannya sebagai tersangka baru dalam kasus ini," kata Wahyu Rabu 3 Maret 2021. 

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...