Unduh Aplikasi

Penetapan Pemenang Tender Pembangunan Masjid Agung Calang Dinilai Cacat Prosedur

Penetapan Pemenang Tender Pembangunan Masjid Agung Calang Dinilai Cacat Prosedur
Bupati Aceh Jaya, Drs. H. T. Irfan TB saat meninjau pembangunan mesjid Agung Calang

ACEH JAYA – Penetapan pemenang tender proyek lanjutan pembangunan Masjid Agung Baitul Izzah Kabupaten Aceh Jaya tahap III dinilai cacat prosedur, Senin (27/7).

Pasalnya, dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Jaya tertulis jika PT Pilar Jurong Sejati sebagai pemenang tender pembangunan Masjid Agung Aceh Jaya tahap III, padahal penawaran perusahaan yang dimenangkan itu berada diposisi ke lima terendah.

Direktur utama PT. Nila Nasra Nina Annasra menyampaikan pihaknya sudah mengirimkan surat sanggahan terkait penetapan pemenang tender pembangunan Masjid Agung Aceh Jaya tahap III yang dinilai cacat administrasi.

Baca: Aksi Jitu Bidik Paket Pembangunan Masjid Kabupaten Aceh Jaya 

"Untuk sanggahan sudah kita kirimkan kepada Pokja Pemilihan Pengadaan Barang/Jasa pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dengan nomor surat 12/NNN/AJ/VII/2020," kata Annasra.

Dirinya juga mengaku, dalam sanggahan itu ada beberapa point yang disampaikan sebagai pertimbangan untuk membatalkan pemenang tender tersebut.

Selain itu kata dia, PT Pilar Jurong Sejati yang ditetapkan sebagai pemenang tidak mengunggah surat pernyataan pimpinan dan pengurus badan usaha sebagai pegawai yang sedang mengambil cuti di luar tanggungan negara. Kemudian juga tidak mengunggah daftar pengalaman personil dan surat referensi pemberi kerja sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi.

“Pada dokumen penawaran PT Pilar Jurong sejati, kita dapati dokumennya ada yang ditandatangani oleh direktur utama ada juga yang ditanda tangani oleh direktur cabang, apakah boleh ditangani oleh direktur cabang?,” tanya Annasra.

Pihaknya berharap Pokja Pemilihan Pengadaan Barang/Jasa pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bekerja sesuai aturan dan tidak ada kongkalikong, apalagi di dokumen penawaran PT Pilar Jurong Sejati juga ada indikasi kerugian negara sebesar Rp.13 juta lebih jika dilihat dari selisih harga penawarannya.

Sementara itu kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Mahdi, mengatakan penetapan pemenang tersebut sudah sesuai dengan hasil evaluasi.

"Pemenang Pembangunan Masjid Agung Tahap III itu sudah sesuai dengan hasil evaluasi. Perusahaan lain dapat dilihat di LPSE acehjayakab.go.id kekurangannya apa," terang Mahdi.

Sementara itu, pihaknya mengakui jika ada salah satu perusahaan yang sudah memasukkan sanggahannya dan sedang dipelajari oleh pihak pokja.

"Untuk sanggahan benar, dan kita masih punya waktu satu hari lagi untuk menjawab sanggahannya," tambahnya.

Namun terkait siapa yang dimenangkan itu semua sudah sesuai prosedur, karena pemenang juga tidak hanya dinilai dari harga terendah, tapi dokumen dan syarat-syarat lainnya juga harus dilihat dan dievaluasi.

"Kita lihat hingga batas waktu sanggahan dulu, karena masih ada 1 hari lagi batas waktu menjawab sanggahannya," pungkas Mahdi.

Komentar

Loading...