Unduh Aplikasi

Peneliti Unsyiah: Disinfektan Tak Boleh Terhirup, Tahan Nafas saat Disemprot

Peneliti Unsyiah: Disinfektan Tak Boleh Terhirup, Tahan Nafas saat Disemprot
Peneliti Kimia Analitik dan Tehnik Pemisahan Unsyiah, Elly Sufriadi. Foto: Ist

BANDA ACEH - Peneliti Kimia Analitik dan Tehnik Pemisahan Universitas Syiah Kuala, Elly Sufriadi mengingatkan, dalam proses penyemprotan disinfektan masyarakat disarankan untuk menggunakan bahan yang tepat, tidak boleh sembarangan.

Karena, kata Elly, tidak sama desinfektan yang digunakan terhadap fasilitas fisik atau bangunan dengan  manusia. Kalaupun dilakukan proses sterilisasi dalam bilik sangat disarankan untuk menahan nafas, jangan sampai terhirup karena berpotensi memberi dampak tidak baik terhadap kesehatan.

Elly mengatakan, kalau untuk manusia, sebaiknya cukup menggunakan ethanol encer saja dan bisa ditambahkan sedikit minyak atsiri seperti nilam, pala atau sereh wangi, sehingga hampir  sama seperti seseorang mamakai parfum.

"Tetapi tidak boleh terhirup dan diminum. Kalaupun ada penyemprotan ya sambil ditahan nafas lah sebentar," kata Elly kepada AJNN, Rabu (8/4).

Baca: Kemenkes Tak Rekomendasi, Dishub Aceh Malah Pasang Bilik Disinfeksi di Perbatasan

Elly menyebutkan, terdapat berbagai macam bahan yang digunakan dalam pembuatan disinfeksi, haitu seperti menggunakan klorin, peroksida, namun keduanya tidak dianjurkan untuk manusia karena keduanya merupakan oksidator kuat.

Karena itu, lanjut Elly, lebih baik menggunakan bahan alkohol dengan konsentrasi rendah, misalnya cukup dengan 65 persen saja.

"Secara umum pada konsentrasi 65 persen mikroba sudah tidak aktif" tutur Elly. 

Komentar

Loading...