Unduh Aplikasi

Penegakan HAM Masa Lalu Jangan Menghancurkan Bangunan Perdamaian

Penegakan HAM Masa Lalu Jangan Menghancurkan Bangunan Perdamaian
Foto: Ist

BANDA ACEH - Alumni Institut Perdamaian Mindanao, Filipina. Andi Firdhaus Lancok menyebutkan pemanggilan Muzakir Manaf, mantan Panglima GAM oleh Komnas HAM menjadi catatan penting bagi upaya politik dan proses perdamaian yang tertuang dan kesepakatan Helsinki.

Menurutnya MoU sebagai produk politik, tidak menyebutkan adanya klausul pengungkapan kasus pelanggaram HAM masa lalu, meski Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) sebagai prosedur pengecualian

Baca: Muzakir Manaf Dipanggil Komnas HAM atas Dugaan Pelanggaran HAM Berat

"Saya justru menilai upaya penegakan HAM masa lalu ini harus dilihat dalam kontek perlu adanya rasa keadilan kepada semua pihak. Tidak hanya menyentuh mantan Panglima GAM, Muzakir Manaf. Jika tidak, maka eksesnya bisa berefek kepada timbulnya preseden buruk dalam perspektif penegakan HAM pasca konflik secara menyeluruh. Bahkan akan menjadi sorotan yang terkesan tebang pilih," sebut Andi Firdhaus.

 Kata dia, 14 tahun damai Aceh harusnya tidak terusik dengan kepentingan-kepentingan yang dikhawatirkan merusak trus (kepercayaan) yang telah dibangun bagi perdamaian yang sudah berjalan.

Harus lebih teliti tanpa harus menghancurkan konsepsi kebersamaan yang sudah terbangun.

"Penegakan HAM sebagai wujud penghargaan atas kemanusiaan, tidak serta mengabaikan struktur perdamaian yang telah disepakati," katanya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...