Unduh Aplikasi

Penegak hukum diminta tuntaskan kasus aliran sesat di Aceh

BANDA ACEH - Ribuan siswa dari berbagai sekolah di Banda Aceh dan sejumlah guru melakukan aksi unjuk rasa di Mapolresta dan Pengadilan Negeri Banda Aceh. Kedatangan mereka meminta agar pihak penegak hukum mengusut kasus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Aceh yang telah dinyatakan sesat oleh majelis pemusyawaratan ulama (MPU) Aceh.

Menurut korlap, Muhammad Nurdin kedatangan siswa dan dewan guru ini sabagai upaya mendesak pihak polresta Banda Aceh menuntaskan kasus aliran sesat yang dilakukan oleh yayasan Gafatar, dimana kasus tersebut hingga saat ini belum ada kejelasan hukumnya.
 
"Kita meminta agar polresta dan pengadilan negeri Banda Aceh segera menutaskan kasus Gafatar dan menghukum sesuai hukum yang berlaku," teriaknya.

Menurutnya, jika ini tidak di tuntaskan dikhawatirkan semakin banyak aliran-aliran sesat yang masuk ke Aceh.

"Selama ini yang menjadi sasaran penyebaran aliran sesat di aceh adalah siswa dan mahasiswa. Oleh karnanya Gafatar agar dihukum untuk memberikan efek jera,"katanya.

Selain melakukan aksinya di Mapolresta dan Pengadilan Negeri Banda Aceh, massa juga mendatangi kantor DPRA dengan melakukan longmarch.
 
Di gedung DPRA, massa meminta agar DPRA segera menyelesaikan qanun tentang pendangkalan aqidah.

Sementara Ketua komisi VII DPRA yang membidangi Agama, Gufran saat menjumpai para pengunjukrasa menyatakan saat ini DPRA sedang menyelesaikan qanun tentang pendangkalan aqidah.

"Kita masih lakukan penyempurnaan qanun tersebut karena ada materi-materi yang belum lengkap,Insya Allah dalam waktu dekat qanun tersebut telah kita revisi," kata Gufran di hadapan pengunjukrasa.

|TOMMY

Komentar

Loading...