Unduh Aplikasi

Penegak Hukum di Aceh Singkil Dinilai Tak Adil

Penegak Hukum di Aceh Singkil Dinilai Tak Adil
Pembakaran undung-undung di Aceh Singkil beberapa bulan yang lalu
ACEH SINGKIL - Forum Umat Islam (FUI) Aceh Singkil menilai aparat penegak hukum tidak adil dalam mengusut pelaku kerusuhan massa di Aceh Singkil 13 oktober 2015 lalu.

Penilaian itu disampaikan oleh Dewan Pembina FUI Aceh Singkil Yakarim Munir dalam rapat konsolidasi penguatan akidah umat islam di Pesantren Darul Mutaqin Rimo Kecamatan Gunung Meriah, Selasa (22/12). Acara dihadiri ratusan ulama, Dandim 0109/Singkil, Kepala Kesbangpol Linmas Aceh Singkil dan sejumlah pimpinan pondok pesantren.

"Kami menilai aparat penegak hukum tidak adil dalam menegakkan hukum terkait pelaku kerusahan 13 oktober lalu," kata Yakarim.

Penilaian tidak adil itu didasari oleh penangkapan pelaku kerusuhan yang dianggap masih timpang. Dimana 4 orang pelaku pembakaran dan provokasi telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan pelaku penembakan baru satu orang yang ditangkap. Padahal bukti-bukti keterlibatan bayak orang sudah jelas.

"Saya bertanggung jawab atas pernyataan saya, penegak hukum tidak adil, saya haqul yakin penembakan itu terorganisir, ada yang mengatur strategi, ada yang memerintahkan penembakan, ada yang menyiapkan air cabe, bahkan ada oknum polisi yang kita duga ikut terlibat. Tapi mana tindakkannya? hanya satu yang ditangkap sementara kita empat orang, itu jalas tidak adil," ujar Yakarim.

Sementara itu Ketua FUI Aceh Singkil Tgk. Hambali Syah Sinaga mengatakan pentingnya penegak hukum berlaku adil adalah agar jangan sampai menimbulkan kecemburuan sehingga dapat memicu timbulnya konflik baru.

"Saya bukan memanas-manasi, tapi penegak hukum harus adil, jangan proses pelaku pembakaran sebelum pelaku penembakan yang telah diduga kuat terlibat ditangkap," tegasnya.

Hambali meminta umat Islam untuk memberikan dukungan moral pada 4 orang pelaku pembakaran yang akan menjalani persidangan. Berkas keempat pelaku sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Kita harus memberikan dukungan kepada saudara kita, kita berharap mereka bisa dibebaskan atau proses hukumnya ditangguhkan, namun jika sampai kepersidangan kita harus mendampinginya" pungkas Hambali.
HUT Pijay

Komentar

Loading...