Unduh Aplikasi

Pendidikan Damai Buka Jalan Keadilan bagi Rakyat Patani

Pendidikan Damai Buka Jalan Keadilan bagi Rakyat Patani

PATANI- Bunga Raya bersama dengan Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF) menjalankan program pendidikan damai dan bahasa Melayu pada 10 tadika di Patani, Thailand Selatan. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak bulan November 2015.

ACSTF memfasilitasi lima anak muda Aceh untuk menjadi fasilitator pendidikan damai di Patani, antara lain Irzam Maulana, Ridha Hidayatullah, Hermano Muhammad, Maulidia adinda dan Al Mukarramah.

Dalam forum seminar pembelajaran lima bulan program tersebut diselenggarakan di Prince of Songkhla University, Patani, 25 maret, disampaikan bahwa keberadaan mereka bukan hanya menjadi cek gu yang mengajar pendidikan damai dan bahasa melayu semata, tetapi keberadaan mereka juga memotivasi masyarakat untuk memberi perhatian bagi pentingnya pendidikan bagi kanak-kanak, kata Maulidia.

Irzam Maulana juga mengtakan secara keamanan dia dan rekannya menghadapi tingkat resiko yang tinggi, tetapi masyarakat di kampung tempat mereka tinggal telah memberikan rasa aman, jadi mereka tidak lagi merasa was-was jika ada situasi yang membahayakan.

"Masyarakat kompak dan sangat aktif dalam memastikan pendidikan bagi generasi masa depannya, bahkan tingkat sukarelawanan masyarakat Patani sangatlah tinggi,”kata dia.

Hermanto juga menambahkan program ini sangat penting, mengingat kondisi masyarakat di akar rumput sangat rapuh sekali, banyak kasus kriminal dan bahkan kaum muda juga terjebal dalam aktifitas yang kurang baik.

"Semestinya pemuda kita jadikan kekuatan untuk membina damai, membina kampung supaya kanak-kanak kita dapat selematkan dan mereka dapat menjadi generasi yang lebih baik di masa depan”.

semenatara itu, Ridha menyebutkan pengalamannya di Satun sedikit lebih berat, satun bukanlah wilayah konflik sehingga kehidupan disana lebih santai, dan tantangan mengajar bahasa melayu juga tinggi, sedikit sekali mereka yang masih dapat menggunakan bahasa melayu sehari-hari.

Diakhir sesi penyampaian pembelajaran, Al Mukarramah menegaskan bahwa pendidikan damai maupun bahasa melayu harus kembali dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, budaya melayu dapat kembali dipraktekkan supaya identitas Patani dapat kembali dijaga, dibina dan dikembangkan dalam membangun hubungan sesama bangsa-bangsa Melayu di Asia Tenggara ini.

Komentar

Loading...