Unduh Aplikasi

Pendemo di Lhokseumawe Tuntut 11 Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Pendemo di Lhokseumawe Tuntut 11 Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Aksi demo di depan pintu gerbang eks PT Arun. Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Ratusan massa dari Forum Komunikasi Keuchik dan masyarakat kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe melakukan aksi demo di depan pintu gerbang eks PT Arun, Senin (4/11).

Dalam aksi itu, pihaknya menuntut pada 11 perusahaan yakni PT PHE, PT Medco Energi, PT PBAS, PT PJB, PT PTC, PT PDSI, PT PDC, PT PTK, PT Wijaya Kontruksi, PT Cipta Sanalida Utama, dan Lembaga Managemen Aset Negara agar memprioritaskan tenaga kerja lokal, yakni masyarakan lingkungan.

“Kita menuntut kepada perusahaan tersebut, mengutamakan tenaga kerja lokal saat perekrutan, serta pengakuan forum sebagai managemen kontrol pengawasan kerja yang dilelang,” kata Sekretaris, Forum Komunikasi Keuchik, T Mukhlis.

Sambungnya, masing-masing perusahaan mereka mengajukan tuntutan yang berbeda, tergantung dengan permasalahan yang terjadi.

“Kami meminta seluruh data tenaga kerja pegawai, kontrak, projek (PKWTT dan PKWT) harus diserahkan pada forum. Tenaga kerja pegawai PKWTT minimal 50 persen berasal dari desa lingkungan,” katanya.

Mukhlis menambahkan, seluruh tenaga kerja kontrak dan proyek yang berasal dari luar lingkungan, harus digantikan dengan tenaga kerja dari dalam desa lingkungan, paling lambat 1 Januari 2020.

“Setiap ada penerimaan tenaga kerja pegawai, kontrak, proyek harus direkrut melalui forum. Seluruh dana CSR harus disalurkan kepada masyarakat dan melibatkan forum,” ujarnya.

Lanjutnya, antara forum dan pihak perusahaan yang hadir juga sudah dilakukan mediasi dengan penandatanganan MoU bersama, demi kesejahteraan semua masyarakat lingkungan.

“Kita berharap, masyarakat lingkungan jangan lagi berkesenjangan. Akibat ulah perusahaan yang merekrut tenaga kerja dari luar. Padahal, warga local juga punya skil dan kemampuan yang sama,” tuturnya.

 

IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...