Unduh Aplikasi

KASUS KEMATIAN IBU DAN ANAK

Pencopotan Direktur RSIA Jangan Ditunda

Pencopotan Direktur RSIA Jangan Ditunda
Direktur PAKAR Aceh, Muhammad Khaidir.
BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat Aceh meminta Gubernur Aceh, Zaini Abdullah untuk tidak melakukan penundaan terhadap pencopotan terhadap Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak, Banda Aceh.

"Kami minta Gubernur Aceh segera mengganti Direktur Rumah sakit Ibu dan Anak dikarenakan Kelalaiaan dokter mengakibatkan hilang nyawa manusia," kata Direktur PAKAR Aceh, Muhammad Khaidir kepada AJNN, Senin (31/3).

Menurut Khaidir, seharusnya pihak rumah sakit ini selalu mengecek keberadaan dokter yang bertugas sesuai dengan jadwalnya masing-masing. Ketika dokter sakit atau ada keperluan lain dapat digantikan dengan dokter spesialis yang sama.

"Aceh malah melebihi kapasitas dokter di setiap rumah sakit, apalagi di rumah sakit Ibu dan Anak itu," jelasnya.

"Kasus Suryani dan anaknya warga Gampong Lambatee Kecamatan Darul Imarah adalah salah satu korban ketidakpedulian pihak rumah sakit sehingga menyebabkan kehilangan nyawa orang lain, ini bukti catatan buruk pelayanan di RSIA Banda Aceh,” tambahnya

Kasus seperti yang dialami Suryani, kata Khaidir, bukan hanya sekali terjadi di Aceh. Bahkan dari data yang diperoleh PAKAR Aceh, banyak catatan terkait kasus pembiaran yang dialami pasien saat akan berobat ke rumah sakit. Namun tidak pernah diangkat kepermukaan karena mungkin minimnya pengetahuan masyarakat untuk membuat pengaduan.

"Kasus ini tidak bisa di biarkan begitu saja," tegasnya.

Dirinya menilai, hampir seluruh rumah sakit yang ada di Aceh kerap sekali memberikan pelayanan buruk kepada pasiennya. Bahkan, selama ini banyak masyarakat di Aceh mengeluhkan terkait pelayanan kesehatan.

"Selama ini kejadian-kejadian itu hanya sebatas kita dengar dari mulut kemulut saja atau melalui media, pemerintah sepeerti diam dengan berbagai keluhan dari masyarakat," ungkapnya.

Komentar

Loading...