Unduh Aplikasi

Penceramah Istana Negara Brunei Darussalam Isi Pengajian KWPSI

Penceramah Istana Negara Brunei Darussalam Isi Pengajian KWPSI
Ustaz Drs. H. Ismuhadi bin Abdullah MA

BANDA ACEH - Penceramah tetap dan pengajar ilmu agama di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan, Istana Negara Kesultanan Brunei Darussalam‎, Ustaz Drs. H. Ismuhadi bin Abdullah MA dijadwalkan akan mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), Rabu (30/11) malam.

Seperti biasanya, pengajian rutin komunitas wartawan ini berlangsung usai shalat Isya sekitar pukul 20.30 Wib bertempat di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke‎, Banda Aceh.

‎Sekjen KWPSI, Muhammad Saman mengatakan, pihaknya sejak Agustus 2016 lalu‎, sengaja mengundang khusus Ustaz Ismuhadi untuk dapat mengisi pengajian lewat surat undangan yang dikirimkan.

"Sudah beberapa bulan lalu kita undang beliau untuk mengisi pengajian rutin KWPSI di Banda Aceh, dan Alhamdulillah di tengah padatnya jadwalnya berceramah di Brunei, sekarang beliau sudah bersedia meluangkan waktu memenuhi undangan kita," ujar Muhammad Saman, Selasa (29/11).

Menurutnya, pada pengajian KWPSI tersebut, Ustaz Ismuhadi, nantinya akan menyampaikan materi tentang, 'Kejayaan hanya diperoleh dengan taat pada perintah Allah SWT'.

"Ustaz Ismuhadi nantinya akan menyampaikan materi tentang kejayaan umat Islam itu hanya dengan taat‎ pada perintah Allah, seperti yang terlihat di Brunei Darussalam saat ini dimana masyarakatnya yang makmur dan sejahtera karena menjalankan perintah Allah dengan sungguh-sungguh," jelasnya.

Ustaz Ismuhadi sendiri ‎merupakan putra Aceh yang sudah puluhan tahun menetap di Brunei Darussalam dan kini sudah menjadi warga negara kaya minyak itu‎. Ia merupakan alumni Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry.

Saat Ustaz Ismuhadi‎ juga berdinas sebagai penceramah tetap di Pusat Dakwah Islamiyah Kementerian Hal Ehwal Ugama Negara Brunei Darussalam. Di Istana Nurul Iman, ia mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada keluarga kerajaan dan para pegawai istana.‎

Seperti diketahui, setelah merdeka penuh dari Inggris pada 1 Januari 1984, Brunei Darussalam terus bersungguh-sungguh membangun negara sekaligus menggiatkan penyebaran Islam, termasuk menyesuaikan aturan-aturan negara dengan syariat Islam.

Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah sangat ingin di Brunei diterapkan syariat Islam. Sultan pernah menyampaikan hal ini kepada ulama sekaligus kepada rakyatnya. “Kapan lagi kalau tidak sekarang semasa ada saya. Saya sebagai pemimpin yang sudah dianugerahkan kekuasaan oleh Allah merasa bertanggung jawab kepada Allah. Apa yang harus saya jawab kalau Allah bertanya kepada saya nanti kenapa kamu tidak menjalankan hukum Allah dalam kepemimpinanmu?”‎

Pada 22 Oktober 2013 Sultan Brunei Darussalam mengumumkan hukum Jinayah Syariah sebagai hukum materil dan hukum formil pelaksanaan syariat Islam di Brunei Darussalam. Hukum tersebut resmi dijalankan dalam negara enam bulan setelah disahkan dan diumumkan kepada publik, yaitu tepat pada 22 April 2014 lalu.

PBB bereaksi keras dan melarang perberlakuan hukum tersebut. Juru bicara PBB untuk hak asasi manusia (HAM) Rupert Colville mengatakan, hukuman mati bagi semua kesalahan adalah bertentangan dengan hukum internasional. Ia meminta agar Brunei Darussalam menangguhkan pelaksanaan hukum Islam sehingga peraturan tersebut tidak bertentangan dengan HAM.

Tapi Brunei tak peduli dengan kecaman dunia barat atas keputusan menjalankan hukum syariat Islam. Hukum jinayah syariah 2013 yang menjadi dasar Implementasi syariat Islam di Brunei Darussalam yang sangat ditakuti oleh dunia barat, Amerika Serikat dan juga organisasi PBB mengandung poin-poin jinayah yang diatur dalam Alquran dan Al-Sunnah.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat, didirikanlah sejumlah pusat kajian Islam, termasuk lembaga keuangan Islam, sekaligus membangun ekonomi demi kesejahteraan rakyat. Kepada anak-anak yang berumur sekolah selain gratis biaya pendidikan dari TK sampai ke perguruan tinggi, kepada mereka juga diwajibkan belajar mengaji atau sekolah agama sore selama tiga tahun. Kecuali bagi pelajar yang dari semula sudah masuk sekolah agama.

Sebagaimana disaksikan oleh dunia, Brunei Darussalam sekarang memang telah menjadi negara sejahtera. Dengan kekayaan alam yang dimiliki Brunei lalu dikelola dengan baik oleh sultan, maka jadilah negara ini negeri sejahtera. Termasuk negara yang nol persen utangnya. Di negeri ini selain seluruh biaya pendidikan rakyat gratis, pelayanan kesehatan juga diberikan secara cuma-cuma. Orang cacat dan anak yatim sepenuhnya ditanggung oleh negara.

Rakyat menganggap kesejahteraan yang terwujud di Brunei berkolerasi dengan moto Brunei yang dibuat sultan, “Senantiasa berbuat kebajikan dengan petunjuk Allah.” ‎

Komentar

Loading...