Unduh Aplikasi

Pencabulan Santri Kembali Terjadi, KPPAA: Dinas Dayah Sudah Diingatkan Berulang Kali

Pencabulan Santri Kembali Terjadi, KPPAA: Dinas Dayah Sudah Diingatkan Berulang Kali
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Kasus dugaan pencabulan terhadap santri kembali terjadi di salah satu dayah di Banda Aceh. Kini salah seorang tenaga pengajar berinisial F sudah diamankan Unit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh.

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPAA) merasa berang atas kasus yang terus berulang tersebut. Pasalnya, mereka sudah beberapa kali mengingatkan Dinas Pendidikan Dayah dan Dinas Pendidikan Aceh agar bekerjasama dalam perekrutan tenaga pengajar serta pengawasan terhadap dayah. Tetapi diabaikan.

"KPPAA sudah berulang kali menyatakan kesediaan melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh. Namun tak pernah ditanggapi," kata Komisioner KPPAA, Firdaus Nyak Idin kepada AJNN, Rabu (2/9).

Firdaus menyarankan, Dinas Pendidikan Dayah Aceh harus segera mengevaluasi dayah terkait, baik dari sisi manajemen, prosedur rekrutmen guru, mengajar, serta aturan lainnya selama di dayah.

Kasus pelecehan seksual oleh oknum guru dayah di Aceh terus terjadi berulang, dengan kejadian ini patut diduga dayah tersebut tidak memiliki SOP internal yang memadai.

Baca: Cabuli Santri, Oknum Guru Dayah di Banda Aceh Ditangkap

"Dinas Pendidikan Dayah Aceh, sebaiknya melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mengevaluasi kapasitas guru terkait perspektif pendidikan anak berbasis Islam," ujarnya.

Kata Firdaus, sudah saatnya Dinas Pendidikan Dayah Aceh berkerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh serta lintas sektor lainnya melakukan penguatan kapasitas manajemen dan pendidikan maupun pengajaran dalam perspektif perlindungan anak, sehingga kejadian serupa tidak berulang.

Firdaus menyarankan, mulai saat ini setiap dayah yang belum memenuhi kriteria sesuai ketetapan Pemerintah Aceh sudah harus diawasi secara ketat, dibina bahkan bila perlu didampingi secara intensif.

"Kalau ada guru yang melakukan kekerasan seksual, sebaiknya dayah tersebut ditutup sementara, sambil direvitalisasi oleh pihak terkait," tutup Firdaus.

Komentar

Loading...