Unduh Aplikasi

Penasihat Hukum Terdakwa Korupsi Telur Ayam: Tuntutan Jaksa Tak Sesuai Fakta Persidangan

Penasihat Hukum Terdakwa Korupsi Telur Ayam: Tuntutan Jaksa Tak Sesuai Fakta Persidangan
Sidang tuntutan korupsi telur ayam. Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Muhammad Nasir, terdakwa korupsi telur ayam di UPTD BTNR Saree Aceh Besar dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta.

Terkait dengan tuntutan itu, Junaidi selaku kuasa hukum terdakwa menilai tuntutan jaksa di nilai terlalu berlebihan dan dipaksakan tanpa pertimbangkan fakta-fakta di persidangan.

"Kami menilai tuntutan itu telah mengeyampingkan fakta yang meringankan klien kami yang muncul selama persidangan," kata Junaidi, Jumat (14/8).

Baca: Dua Terdakwa Korupsi Telur Ayam Dituntut Delapan Tahun Penjara

Dalam fakta persidangan, kata Junaidi ada peristiwa dimana ketiadaan pakan ternak dan vaksin unggas yang dihadapi UPTD BTNR Disnak Aceh. Sehingga uang hasil produksi telur ayam tersebut di beli pakan agar ribuan ayam tersebut bisa hidup.

"Jika tidak dibeli pakan ternak, ribuan unggas tersebut akan mati yang berakibat pada kerugian negara yang lebih besar," sebut Junaidi.

Menurut Junaidi, apa yang dilakukan terdakwa Muhammad Nasir sebagai upaya menjalankan tugas dalam rangka menjaga, memelihara dan menyelamatkan aset negara berupa unggas produksi telur pada unit agrobisnis milik negara dalam hal ini Disnak Aceh.

"Kami akan persiapkan pledoi atau nota pembelaan untuk menanggapi tuntutan dan bantahan dalil-dalil yang diajukan oleh JPU di persidangan lanjutan," ungkap Junaidi.

Sebelumnya dua terdakwa korupsi telur ayam dituntut masing-masing delapan tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsidair tiga bulan.

Sementara terdakwa Ramli Hasan ditambah uang pengganti sebesar Rp 2,6 miliar. Jumlah tersebut harus dibayar ke negara selambat-lambatnya dari bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Komentar

Loading...