Unduh Aplikasi

Penangkapan anggota Din Minimi, Polisi memproduksi penjahat

Penangkapan anggota Din Minimi, Polisi memproduksi penjahat
Wpid tangaka
BANDA ACEH - Kapolres Aceh Timur, AKBP. Muhajir. SIK. MH, memimpin langsung penangkapan tiga anggota (kaki tangan) Din Minimi. Mereka dibekuk di Desa Alubu Jalan, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur sekira pukul 12:00 Wib.

Penangkapan anggota Din Minim dinilai tindakan yang tidak tepat, kalau pihak penegakan hukum merangkul mereka justru lebih muslihat dan itu merupakan langkah diplomasi, kata Otto Ishak kepada AJNN, Kamis, (13/11) malam tadi.

"Polisi justru mereproduksi orang jahat. Kalau polisi merangkul mereka justru lebih tepat dan membuat pemerintahan yang buruk lebih berhati-hati," katanya.

Kemudian lanjutnya, orang seperti Din Minimi dan Gambit ingin memperjuangkan hak-hak rakyat. Dan mereka merasa hak rakyat di rampas demi kepentingan kekuasaan, kelompok itu mencoba jadi "robinhood", bersikap baik ke masyarakat dan menentang penguasa yang tidak rahmatan lil alamin.

"Rezim Zaini-Muzakkir yang telah menciptakan penyakit sosial, kenapa orang yang berpenyakit ditangkap, seharus diobati dan sumber penyakit dimusnahkan," ujar Otto.

Kata dia, jadinya posisi polisi seperti herder penguasa yang mulai tak disukai masyarakat. Rezim Jokowi yang berencana menghadirkan negara dalam masyarakat justru akan gagal dengan tindakan polisi berparadigma kuno yang sudah tidak kontekstual dengan kondisi Aceh sekarang.

"Polisi di Aceh harus mengkalkulasi dampak tindakannya sebelum bereaksi dan saya kira manusia jenis ini adalah terdesak oleh janji politik mereka sendiri pada masyarakat di saat konflik. Kondisi seperti ini justru memburuk saat kaumnya berkuasa dan mereka berupaya menjadi robinhood." Pangkas Aktifis Aceh yang sejak konflik dulu aktif menyuarakan suara rakyat.

IRY
Iklan Kriyad

Komentar

Loading...