Unduh Aplikasi

Pemutusan Kontrak Proyek Pasar Modern Abdya Karena Salah Kontraktor

Pemutusan Kontrak Proyek Pasar Modern Abdya Karena Salah Kontraktor
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Abdya Azhar Anis. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Abdya Azhar Anis mengatakan pemutusan kontrak proyek pembanguan Pasar Modern dikarenakan kesalahan kontraktor sendiri. Pasalnya hingga 26 Agustus 2017, progres fisik hasil rekomendasi Inspektorat baru mencapai 26 persen.

"Ini proyek multiyears, yakni dua tahun mulai dari 2016 hingga 2017. Tapi hingga Agustus 2017, progres masih 26 persen, itu berdasarkan surat Inspektorat yang dikirimkan ke Bupati Jufri," kata Azhar Anis kepada AJNN, Rabu (25/10).

Ia menjelaskan pemutusan kontrak itu berdasarkan hukum kontrak, peraturan presiden, salah satunya gagal SDM, tentang syarat-syarat umum kontrak (SSUK), sehingga berdasarkan pertimbangan itu, deviasinya sudah melebihi 40 persen. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pemutusan kontrak, karena ada kesalahan dari kontraktor.

"Pemutusan kontrak 29 September 2017. Jadi secara teknik sudah dipelajari, memang rekanan tidak mampu menyelesaikan. Banyak item yang tidak mampu dipenuhi, misalnya tidak ada modal kerja, tidak punya peralatan, tidak punya personil teknis di lapangan, otomatis pekerjaan itu tidak bisa dipacu progresnya, apabila rekanan tidak mampu," ungkapnya.

Baca: Jufri: Masa Akmal Ibrahim Kontrak Proyek Pasar Modern Diputuskan

Bahkan, kata Azhar, kontraktor sudah pernah diberikan kesempatan sejak 2016. Bahkan progres di 2016 keuangan lebih tinggi dari pada fisik. Artinya secara ketentuan sudah pernah diberikan kesempatan.

"Kontraktor tidak mencukupi syarat-syarat, sehingga kami nilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan itu," jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan Kepala Biro Hukum Kemeterian Dalam Negeri mengirimkan surat dengan perihal kajian pelaksanaan kontrak tahun jamak Pasar Modern Abdya. Dalam surat itu dinyatakan bahwa kontrak multiyears Pasar Modern Abdya tidak sesuai dengan ketentuan permendagri.

"Sekarang kami menunggu perencanaan selanjutnya, apakah dilanjutkan tahun depan atau tidak. Kemudian kami juga menunggu hasil audit dari APIP. Nanti kami akan mengambil keputusan sesuai dengan rekomendasi APIP," ujarnya.

Pekerjaan sendiri sudah berhenti sejak diputuskan kontrak yakni 29 Agustus lalu. Hasil audit konsultan, progres pembangunan proyek tersebut baru mencapai 30 persen. Sementara uang yang baru ditarik baru 23 persen.

"Kalau untuk progres resminya kami belum tahu, masih menunggu dari APIP. Sisa anggaran yang belum ditarik 77 persen lagi, atau Rp 47 miliar, itu akan menjadi silpa provinsi karena dana bersumber dari otonomi khusus," ujarnya.

Komentar

Loading...