Unduh Aplikasi

Pemuda harus ambil peran dalam pembangunan

Pemuda harus ambil peran dalam pembangunan
Iskandar usman knpi
BANDA ACEH - Kaum muda Aceh di masa akan datang diharapkan harus mampu mengambil peran pembangunan dengan tindakan nyata. Maka, pemerintah sejatinya melibatkan pemuda dalam merancang pola pembangunan.

Pemuda tidak hanya menjadi penonton semata dengan menghabiskan waktu di warung kopi yang tidak bermanfaat sama sekali. Namun, pemuda diharapkan tampil dengan segudang ide yang brilian demi masa depan Aceh yang lebih baik.

Hal itu sampaikan tokoh muda Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, yang juga Ketua KNPI Aceh Timur saat dimintai tanggapannya menjelang peringatan sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2014.

“Harus lebih baik di masa akan datang. Kuncinya pemuda juga dibina, diikutsertakan dalam setiap rancangan pembangunan termasuk grand design pembangunan pemuda di Aceh secara kolektif,” ungkap anggota DPRA termuda ini, Senin (27/10) siang.

Iskandar Al-Farlaky berpendapat, memang ada pelarian nilai- nilai kultur dan pola pikir yang berbeda pada kalangan pemuda termasuk di awal perjuangan kemerdekaan secara nasional, pada saat merdeka, dan setelah masa reformasi ini.

Pergeseran nilai, kata dia, bukan disebabkan dengan sendirinya, tapi lebih kepada daya saing dan perubahan kultur budaya asing yang masuk ke nusantara. “Dulu pemuda terkenal dengan peristiwa Rengasdengklok yang menggiring Soekarno untuk mendeklarasi bangsa ini merdeka,” kata Iskandar mengurai sejarah.

Namun, saat ini coba lihat di mana peran pemuda dipersempit dengan sendirinya. Keterlibatan pemuda dalam struktur pembangunan bangsa bisa dihitung jari. Malah, Kemenpora yang dibentuk sebagai wadah pembangunan pemuda cenderung lebih dominan untuk pembangunan di bidang olahraganya.

“Pembangunan SDM pemuda tak kalah penting juga dengan olahraga. Pemuda pun seperti terkesan apatis dengan kondisi bangsa saat ini,” bebernya.

Coba lihat ke belakang, terang politis Partai Aceh ini, kalangan pemuda banyak yang tejerembab dalam kehidupan yang tidak stabil dengan terjun ke dunia prostitusi, seks bebas, dan kenakalan remaja yang menjadi penyebab degradasi moral bangsa. Padahal, ujarnya, mereka merupakan generasi penerus bangsa. Di pundak mereka kepemimpinan estafet negeri akan bertumpu.

“Toh, kalau sejak awal udah “mabuk” kayak gini. Bagaiamana masa depan bangsa kita nanti,” pungkasnya.

Secara khusus, kepada pemuda Aceh yang selama ini ngetrend menghabiskan waktu di warung- warung kopi ditemani dengan teknologi canggih, seperti laptop dan penunjang komunikasi lainnya, diharapkan mampu untuk memanfaatkan teknologi dan kebersamaan warung kopi untuk hal hal yang positif. Kata Iskandar, Perbanyaklah diskusi untuk pembangunan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

“Tantangan kedepan sangat berat. Tidak mungkin kita bisa bangun Aceh ini hanya dengan tertawa di warung kopi saja. Tapi inspirasi warung kopi kita tuangkan untuk pembangunan nanggroe endatu kita,” demikian Iskandar Usman Al-Farlaky.

SP

Komentar

Loading...