Unduh Aplikasi

SUDAH HABISKAN ANGGARAN RP 38 JUTA

Pemuda Gampong Reuntang Sesalkan Perencanaan Proyek Lapangan Voli Asal-asalan

Pemuda Gampong Reuntang Sesalkan Perencanaan Proyek Lapangan Voli Asal-asalan
Kondisi proyek pengerjaan pembangunan Lapangan voli di Gampong Reuntang yang terbengkalai. Foto: AJNN.Net/Suar

ACEH JAYA - Sejumlah pemuda Gampong Reuntang, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya kecewa dan kesal terhadap aparat gampong setempat yang menyusun perencanaan proyek pembangunan lapangan voli tahun anggaran 2019 asal-asalan.

"Kami minta aparat desa segera cari solusi untuk penyelesaian pembangunan lapangan voli yang sudah terhenti itu," kata Ketua Pemuda Gampong Reuntang, M.Jamin yang didampingi Wakil ketua pemuda serta sejumlah pengurus lainnya kepada AJNN, Senin (14/10).

Menurutnya, dengan dana yang disediakan oleh pihak desa yang sebesar Rp 38 juta lebih itu mustahil akan siap pembangunannya, karena pembangunan dimulai dari awal, bukan rehap. Seharusnya, aparat desa bisa menyusun perencanaan pembangunan yang matang, sehingga tidak mangkrat di tengah jalan seperti ini.

Kondisi proyek pengerjaan pembangunan Lapangan voli di Gampong Reuntang yang terbengkalai. Foto: AJNN.Net/Suar

"Masa dengan anggaran di bawah Rp 40 juta kami dipaksakan harus bisa selesaikan pembangunan hingga tuntas, itu sangat tidak mungkin," jelasnya.

Selain itu, pihaknya sebagai pemuda hanya dipakai sebatas pekerja, bahkan SK TPK pun tidak pernah diterima, belum lagi pengerjaan itu juga tidak ada pengawasanya.

"Ini perlu kami luruskan, supaya masyarakat paham, jangan sampai pemuda dituding sudah habiskan uang proyek pembangunan lapangan voli, padahal kami tidak pernah pegang uang selain untuk keperluan pembelian alat bangunan dan ongkos tukang," ungkapnya.

Kondisi proyek pengerjaan pembangunan Lapangan voli di Gampong Reuntang yang terbengkalai. Foto: AJNN.Net/Suar

Ia mengungkapkan kalau pengelola dana semua ada di desa, pihaknya menerima dana hanya untuk pembelian alat bangunan dan biaya tukang, selebihnya mereka yang pegang uangnya.

"Jadi kami juga tidak mau disalahkan, karena kami hanya sebatas pekerja, sementara pengelola uang ada di pihak desa," jelas Jamin.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Pj Keuchik Gampong Reuntang harus bertanggungjawab dan segera menyelesaikan persoalan ini, jika tidak maka pihaknya yang akan bertindak.

"Saat ini pengerjaannya baru siap sekitar 50 persen, jadi kami minta pj keuchik harus bertanggungjawab, jika tidak kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum," tegas Jamin.

Komentar

Loading...