Unduh Aplikasi

Pemko Lhokseumawe Didesak Tertibkan Tempat Wisata Rawan Maksiat

Pemko Lhokseumawe Didesak Tertibkan Tempat Wisata Rawan Maksiat
Aksi damai di depan Kantor Wali Kota Lhokseumawe. Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Seratusan massa yang tergabung dalam Ormas Islam Lhokseumawe, melakukan aksi damai di depan kantor wali kota setempat, Senin (25/11). Mereka mendesak Pemko agar menertibkan tempat wisata yang rawan dijadikan tempat maksiat.

Pantauan AJNN, aksi itu turut dikawal jajaran Kepolisian Polres Lhokseumawe, Satuan Polisi Pamong Praja dan Polisi Syariat Islam Wilayatul Hisbah.

Pimpinan Dayah Darul Mujahidin, Teungku Muslim At-Thahiri mengatakan, aksi itu dilakukan untuk menagih kembali hasil kesepahaman antara Ormas Islam dan Pemerintah Kota Lhokseumawe, mengenai penertiban lokasi yang selama ini terjadi praktek maksiat.

“Adapaun lokasi yang dimaksud, Pantai Ujong Blang, selama ini viral mandi berduaan bukan mahram, waduk Pusong dan Jeulikat, Pulau Semadu dan Rancong juga sangat meresahkan,” katanya didampingi koordinator lapangan Teungku Iqbal.

Teungku Muslim menambahkan, dalam hal ini pihaknya, meminta keseriusan Pemerintah Kota Lhokseumawe, dalam hal ini untuk menindak tergas dan bukan sekedar janji, dan kapan akan direalisasikan.

“Sebelumnya, mereka berjanji akan memanggil pihak pengusaha, warung, kafe dan hotel diskusi bersama. Namun, sampai hari ini belum dipanggil, mudah-mudahan dengan aksi hari ini akan segera dipanggil,” ujarnya.

Dikatakan Teungku Muslim, hari ini respon Pemerintah Kota katanya akan dijalankan dengan serius. Dan diharapkan hal ini benar janji dan bukan sekedar ucapan saja.

“Kita tidak ingin Pemko Lhokseumawe digolongkan dalam orang munafik, kita percaya pemerintah Lhokseumawe dan kita berikan kesempatan. Namun, jika tidak dilaksanakan, maka kita akan melakukan aksi di lapangan dengan cara kita,” tuturnya.

Lanjutnya, maksiat di Kota Lhokseumawe, semakin hari tambah meresahkan, dan belum ada realisasi yang nyata.

“Makanya hari ini kami lakukan aksi kembali, untuk membangun Pemerintah kembali,” ujarnya.

Komentar

Komentar ditutup.