Unduh Aplikasi

Pemko Lhokseumawe Desak UNHCR Segera Pulangkan Rohingya

Pemko Lhokseumawe Desak UNHCR Segera Pulangkan Rohingya
295 Rohingnya yang terdampar di Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui satuan tugas penanganan imigran asal Myanmar etnis Rohingya mendesak UNHCR supaya secepatnya memulangkan ratusan jiwa pengungsi tersebut ke negara ketiga.

“Saya selaku Kepala Satuan Tugas, meminta UNHCR agar segera memulangkan atau mengarahkan imigran Rohingya yang ditampung di BLK Meunasah Mee, Kandang ke negara ke tiga,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Ridwan Jalil, Jumat (11/9).

Dikatakan Ridwan, di tempat penampungan sementara saat ini terdapat kendala, yakni kekurangan kamar untuk mereka tempati dan juga logistik yang sudah mulai menipis, apalagi pada 13 September mendatang akan dibangun dapur umum.

“Jadi imigran Rohingya perempuan yang datang pada gelombang ke dua sudah ditempatkan di kamar, sementara laki-laki masih di bawah tenda karena keterbatasan tempat,” jelas Ridwan.

Lanjut Ridwan, disinggung soal kewalahan, Pemko Lhokseumawe mengaku memang sangat kewalahan, apalagi untuk mengurusi hampir 500 jiwa imigran Rohingya di BLK Meunasah Mee, Kadang tersebut.

“Penanggungjawab terdepan bagi Imigran Rohingya ini yaitu UNHCR, baik dari segi perlengkapan maupun kesehatan, kita dari pemerintah hanya menjembatani saja,” ungkapnya.

Kata Ridwan, menurut pengakuan dari UNHCR, kalau lembaga internasional itu saat ini sedang tidak memiliki anggaran apapun, namun untuk memenuhi kebutuhan imigran tersebut mereka terus berkolaborasi dengan Unicef dan IOM, atau NGO lokal yang ada.

“Saat ini tenaga medis dari Pemko Lhokseumawe dan dari NGO sendiri sudah stanbay di kamp pengungsian, semoga dengan kolaborasi mereka, bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkan,” imbuhnya.

Komentar

Loading...