Unduh Aplikasi

Pemkab Singkil Kekurangan 109 Ton Beras untuk Korban Banjir

Pemkab Singkil Kekurangan 109 Ton Beras untuk Korban Banjir
Plt Bupati Singkil menyerahkan beras untuk korban banjir. Foto: Edi Putra

ACEH SINGKIL - Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil kekurangan 109 ton beras untuk memenuhi kebutuhan bantuan bagi 30 ribu jiwa lebih korban banjir diseluruh wilayah Kabupaten tersebut.

Hal itu sebagaimana disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Singkil Asmauddin ketika penyerahan secara simbolis bantuan beras bagi korban banjir di Gedung Pemuda Pasar Singkil (PPS). Bantuan beras itu sendiri seyogianya di distribusikan kepada warga, Kamis (8/12).

"Kami sudah menetapkan masa tanggap darurat banjir selama 14 hari, terhitung sejak 29 November, kebutuhan beras untuk korban banjir, jumlahnya mencapai 169 ton, sementara jatah beras yang disalurkan bulog baru berjumlah 60 ton," kata Asmauddin, Rabu (7/12).

Hitung-hitungan jumlah tonase kebutuhan beras sebanyak 169 ton itu kata Asmauudin verdasarkan dari waktu tanggap darurat selama 14 hari dikalikan jumlah korban banjir sebanyak 30.340 jiw, dimana setiap orang mendapatkan 0,4 kg per harinya, berjumlah 30.340, sehingga totalnya mencapai 169 ton.

"Jadi kami kekurangan 109 ton beras, 60 ton yang sudah tersedia hanya cukup memenuhi kebutuhan korban banjir sama lima haru, masih terhutang kebutuhan sembilan hari lagi," ujarnya.

Untuk mengatasi itu, Asmauddin mengaku telah menyurati Plt Gubernur Aceh yang isinya agar gubernur mendorong bulog untuk segera melakukan penambahan kebutuhan beras masa tanggap darurat bagi warganya yang terkena banjir.

"Namun jika usulan tidak terealisasi, pemkab tetap akan mengupayakan kecukupan pangan tersebut, untuk dana tanggap darurat tahun 2016 ini kami ada anggaran senilai Rp 200 juta, tapi masih belum bisa dipergunakan, APBK-P belum disetujui oleh Kemendagri," ujarnya.

Sementara itu, pantauan AJNN, Kamis (8/12) banjir di wilayah Kecamatan Singkil kembali meningkat, ketinggian air di jalan Nasional Lintas Singkil-Subulussalam di Ujung Bawang mencapai 80 cm, sehingga kendaraan roda dua dan mini bus kembali tak dapat melintas. Dipemukiman warga ketinggian air mencapai 50 sampai 1 meter, kondisi itu diperkirakan akan menghambat penyaluran beras kepada korban banjir.

Komentar

Loading...