Unduh Aplikasi

Pemkab Pijay Wacana Terbitkan SK untuk Orang Tadarus

Pemkab Pijay Wacana Terbitkan SK untuk Orang Tadarus
Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas meberi sambutan saat pelantikan keuchik terpilih tahun 2021 dalam kabupaten setempat. Foto: AJNN/Muksalmina

PIDIE JAYA - Tadarus atau mengaji pada bulan Ramadan sudah menjadi rutinitas bagi ummat muslim, khususnya di Provinsi Aceh, tadarus melalui pengeras suara di rumah ibadah seakan menjadi kewajiban bagi masyarakat dalam melantunkan ayat Al Quran.

Tabu rasanya di Aceh jika rumah ibadah baik itu masjid maupun surau tidak terdengar lantunan ayat suci Al Quran di malam puasa.

Sama dengan kabupaten lain di Aceh, di Kabupaten Pidie Jaya, tadarus di malam ramdhan juga menjadi runitinas warga, lantunan ayat-ayat melalui pengeras suara di masjid atau surau terdengar mulai selesai shalat tarawih hingga menjelang imsak.

Namun, kebiasaan warga mengaji melalui pengeras suara di rumah ibadah itu menjadi perhatian serius Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas. Menurutnya, banyak masyarakat yang melaksanakan tadarus tetapi tidak sedikit pula yang tidak benar membaca kitab suci ummat Islam tersebut.

"Pengajian di meunasah (surau) atau masjid memang sudah menjadi rutinitas kita muslim, khususnya di Aceh. Tapi saat tadarus kita mendengar banyak juga yang salah saat membaca Al Quran," kata Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas dalam sambutannya saat pelantikan dan pengambilan sumpah keuchik terpilih dalam Kabupaten Pidie Jaya tahun 2021.

Selain banyak tidak benar membaca lafaz Alquran yang terdengar melalui pengeras suara dari rumah-rumah ibadah, lanjut Aiyub Abbas, tidak sedikit pula para masyarakat yang mayoritas adalah pemuda, saat melaksanakan tadarus  juga menampakkan sifat kurang adab.

"Bisa kita dilihat di meunasah, ramai yang tadarus tidak beradab, saat duduk kakinya menghadap ke Al Quran, ditangannyanya main hp. Dulu tidak pernah seperti ini, kalau seperti ini, tadarus bukan lagi membawa berkah, malah mengundang musibah. Ini harus dan wajib kita perbaiki ke depan," terangnya.

Abuwa, begitu Ketua KPA Pidie Jaya itu biasa disapa, berencana mulai tahun depan bakal menerbitkan Surat Keputusan (SK) bagi yang melaksanakan tadarus di masjid atau surau dalam kabupaten tersebut.

Hal itu dilakukan supaya tadarus di meunasah atau masjid menjadi tertib, baik dari segi bacaan, maupun adab membaca Al Quran, sehingga dapat membawa berkah di bulan puasa.

"Kita wacanakan mulai puasa depan, yang tadarus di meunasah atau masjid harus ada SK. SK dalam hal ini adalah SK mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar. Jadi jika belum mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar, tidak dibenarkan mengaji lewat pengeras suara. Dan Insyallah, bagi yang memperoleh SK tadarus ini nantinya akan ada hadiah, baik berupa pakaian khusus (koko) selama tadarus, ataupun hadiah lainnya. Kami harap wacana ini mendapat dukungan dari semua pihak," jelas Bupati Pidie Jaya.

"Kami tidak melarang yang ingin mengaji, tapi yang ingin mengaji (tadarus) di meunasah atau masjid wajib mampu membaca Al Quran dengan benar. Dan bagi yang belum mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar, ini harus belajar (mengaji) lagi," tambah Aiyub Abbas mengakhiri.

Komentar

Loading...