Unduh Aplikasi

Pemkab Pijay Larang Bank Keliling Beroperasi

Pemkab Pijay Larang Bank Keliling Beroperasi
Spanduk larang Banke di Gampong Meuko Kuthang, Kecamatan Bandar Dua. Foto: AJNN/Muksalmina

PIDIE JAYA - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melarang bank keliling (banke) atau retenir yang berkedok koperasi beroperasi di kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Pidie Jaya, M Nasir kepada AJNN, Kamis (13/2) mengatakan, saat ini segala aktifitas banke, baik meminjamkan maupun menagih pinjaman dilarang di Pidie Jaya.

Alasan pihaknya melarangan banke tersebut, kata Nasir, banke yang berkedok koperasi tidak memiliki izin beroperasi. Selain itu, aturan-aturan koperasi jauh dari banke.

"Kemarin kami sudah mendatangi petugas bank keliling yang beroperasi di Pidie Jaya, kami mendapati mereka tidak memiliki izin, ada satu yang memiliki izin, tapi itu sudah berakhir pada tahun 2018 lalu," kata Nasir.

Mantan Kepala BPBD Pidie Jaya itu menjelaskan, meski pihaknya mengetahui keberadaan banke di Pidie Jaya, tapi pihaknya tidak mengetahui bagaimana cara banke meminjamkan dana tersebut.

Namun setelah mendapat banyak keluhan dari masyarakat, pihaknya bersama pihak kepolisian mendatangi kediaman banke di setiap kecamatan dalam Kabupaten Pidie Jaya.

"Fakta yang kami temukan di lapangan kemarin, bunganya ada yang 20 persen bahkan ada yang 25 persen, namanya saja koperasi, tapi kelakuannya jauh dari kata koperasi," terangnya.

Baca: Dinilai 'Penyakit' Bagi Masyarakat, DPRK Pidie Jaya Minta Pemerintah Larang Bank Keliling

Tidak memiliki izin beroperasi, dan hanya berkedok sebagi koperasi, lanjut Nasir, dari itu Pemerintah Pidie Jaya melarang segala aktivitas banke di kabupaten itu.

"Mau pinjam atau menagih yang telah dipinjamkan saat ini telah dilarang, untuk sementara bank keliling itu tidak boleh beroperasi di Pidie Jaya. Dan hari ini semua bank keliling di Pidie Jaya dipanggil ke Polres untuk mencari jalan keluar," sebut Nasir.

Nasir menegaskan, berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan, pemerintah tidak akan mengeluarkan izin kepada bank keliling untuk beroperasi di Pidie Jaya, sebab, dengan bunga yang mencapai 25 persen dalam satu bulan, retenir tersebut jelas mencekik masyarakat.

"Bank saja dalam satu tahun hanya 9 persen bunganya, bank keliling ini dalam satu bulan mencapai 25 persen. Untuk izin beroperasi kami tidak akan mengeluarkannya. Solusi kepada masyarakat (pinjaman dana usaha) nanti pimpinan Pidie Jaya akan membahasnya, bisa melalui dana desa atau dana PNPM yang dulu," tegas Nasir.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...