Unduh Aplikasi

Pemkab Pidie Mulai Inventarisir Tambak Warga untuk Pembangunan Gedung Sport City

Pemkab Pidie Mulai Inventarisir Tambak Warga untuk Pembangunan Gedung Sport City
Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbud Pora) Pidie sedang melakukan invetarisir di lokasi tanah yang akan dibebaskan. Foto: AJNN/Salman

PIDIE - Lahan tambak warga yang berada di kawasan Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie untuk pembangunan gedung Sport City even Pekan Olahraga Raga Aceh (PORA) XIV tahun 2022, saat ini sudah mulai dilakukan invetarisir oleh Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbud Pora) setempat. 

Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK) pembebasan lahan pada Disparbud Pora Pidie Sri Wahyuni kepada AJNN, Kamis (5/11) mengatakan, saat ini pihaknya bersama pemilik lahan dan Dinas Kelautan, Perikanan (DKP) setempat melakukan inventarisir di lokasi tanah yang akan dibebaskan untuk pembangunan gedung Sport City. 

"Tadi pagi kita menginventarisir jumlah tanaman dan isi dalam dalam tambak di lokasi pembangunan gedung Sport City. Hasil inventarisir tersebut kemudian akan dituangkan dalam daftar nominatif untuk dokumen pendukung tim Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP)," ujarnya. 

Sebagaimana diberitakan AJNN sebelumnya, Kepala Disparbud Pora Pidie Apriadi Ahmad kembali menargetkan bahwa proses pembebasan tanah untuk pembangunan gedung Sport City akan tuntas pada tahun ini karena sudah ada pemenang KJPP untuk melakukan penilaian harga. 

Sementara proyek penimbunan tanah di lokasi tambak sudah dilakukan pelelangan bahkan sudah ada perusahaan pemenang namun proyek tersebut belum dapat dikerjakan karena lahan belum terbebaskan. 

"Proses tender penimbunan tanah sudah dilaksanakan tetapi belum dapat dilakukan pengerjaan karena lokasi penimbunan masih dalam proses pembebasan lahan. Yang terpenting pembebasan lahan dulu maka baru dapat dilakukan pengerjaan penimbunan," kata Kadis Perkim Pidie Adam beberapa waktu lalu. 

PT Putra Nanggroe Aceh, perusahaan yang saat ini sedang mengerjakan pembangunan infrastruktur wisma atlit untuk even PORA ke XIV dengan nilai kontrak Rp 6.2 miliar lebih dari sumber dana APBD-P Pidie, bantuan keuangan provinsi.

Wisma atlit dibangun di tanah rawa-rawa yang berada di belakang perkantoran diklat, saat ini pengerjaan sudah dalam tahap pemasangan batu untuk pondasi. Namun penimbunan dilakukan setelah selesai tahap pengerjaan pondasi. 

"Penimbunan dilakukan setelah selesai pengerjaan pengecoran pondasi, artinya tetap kita timbun setelah siap pengerjaan pondasi," kata Zawir, selaku pengawas lapangan pembangunan wisma atlit dari PT Putra Nanggroe Aceh dikonfirmasi wartawan, pada Kamis (23/10). 

Dia mengatakan, pengerjaan wisma atlit baru tahap pemasangan batu kali untuk pondasi. Untuk tahap I yang dikerjakan adalah pembangunan pondasi dan tiang hingga lantai dasar dan lantai dua. 

"Dalam kontrak, masa pelaksanaan pengerjaan 90 hari kalender terhitung 01 Oktober hingga 29 Desember. Kita terus memacu pengerjaan karena mengingat waktu sangat singkat," kata Zawir. 

Komentar

Loading...