Unduh Aplikasi

Pemkab Pidie Jaya Belum Bahas Status PNS Yang Terlibat Korupsi

Pemkab Pidie Jaya Belum Bahas Status PNS Yang Terlibat Korupsi
PNS yang terlibat kasus korupsi saat digiring ke rutan Sigli, 31 Oktober 2018 lalu

PIDIE JAYA - Meski sudah kembali menghirup udara segar, status kepegawaian dua PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang pernah menjadi terpidana dalam kasus korupsi Furniture Nurse Station pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat, hingga saat ini belum ada kejelasan.

Seperti diketahui, dua PNS yang terlibat kasus korupsi pengadaan peralatan di RSUD Pidie Jaya anggaran tahun 2016 itu adalah, Rakjab dan Fauzi. Rakjab adalah mantan sekretaris BPBD Pidie Jaya, dalam perkara itu ia selaku "calo" atau orang yang meminjamkan perusahaan CV Aceh Daroy Indah untuk mengikuti pelelangan pekerjaan pengadaan peralatan rawat inap yaitu Furniture Nurse Station.

Sementara Fauzi adalah Pejabat Pengadaan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di RSUD tersebut.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh pada 28 Maret 2019 memvonis kedua PNS itu masing-masing satu tahun penjara, denda Rp 50 juta subsidier satu bulan kurungan. Kini kedua PNS itu telah menjalani masa hukumannya. Namun status kepegawaian mereka belum juga dibahas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya.

"Belum ada keputusan, nanti kami akan bahas dulu dengan pembina pegawai (sekda)," kata Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas kepada AJNN usai pelantikan angota DPRK setempat beberapa hari lalu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Abd Rahman Puteh yang dihubungi AJNN, Senin (2/9) menjelaskan, bupati selaku pimpinan tertinggi di kabupaten yang akan mengambil keputusan, sementara pembahasannya akan dibahas bersama.

"Terkait status dua PNS yang terlibat korupsi itu belum dibahas, nanti setelah dibahas pimpinan (bupati) yang mengambil keputusan," jelas Sekda Pidie Jaya melalui seluler.

Komentar

Loading...