Unduh Aplikasi

MAHASISWA GALANG DANA UNTUK BANTU WARGA MISKIN

Pemkab Aceh Utara Klaim Sudah Bangun 1.741 Rumah Dhuafa

Pemkab Aceh Utara Klaim Sudah Bangun 1.741 Rumah Dhuafa

ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara menanggapi terkait aksi galang dana yang dilakukan Organisasi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh di depan Pendopo Bupati Aceh Utara, Rabu (19/6) kemarin. Menurut pihak Pemerintah Aceh Utara, hingga saat ini pihaknya sudah membangung 1.741 unit rumah dhuafa dari alokasi anggaran dana gampong.

“Kebijakan pembangunan rumah dhuafa tersebut dimulai sejak diterapkannya Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2017 tentang Perioritas Penggunaan Dana Gampong yang mewajibkan setiap gampong untuk membangun masing-masing dua rumah untuk warga miskin dalam setahun,” kata Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib melalui Kabag Humas Andree Prayuda kepada AJNN, Kamis (20/6).

Sambungnya lagi, peraturan bupati itu disikapi dan disambut dengan sangat baik oleh segenap lapisan masyarakat di daerah tersebut, juga disikapi dengan sangat bijak oleh para aparatur gampong.

Baca: "Tampar" Pemkab Aceh Utara, Mahasiswa Galang Dana Depan Pendopo Bupati

“Apalagi tujuannya semata-mata untuk memberikan kenyamanan dan kesempatan hidup yang lebih layak kepada warga miskin atau warga dhuafa. Target kami dalam lima tahun sejak 2017 tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Aceh Utara,” ungkap Andree.

Andree juga menambahkan, meskipun telah dibangun sebanyak 1.741 unit rumah dhuafa, namun hingga saat ini masih tersisa 2.140 unit lagi yang membutuhkan bantuan. Pemkab Aceh Utara Utara terus mengupayakan bantuan rumah dhuafa tersebut dari berbagai pihak dan sumber, bukan hanya dari alokasi dana gampong.

“Misalnya, yang rutin dilakukan setiap tahun, selain dari alokasi dana gampong, juga bantuan rumah dari lembaga Baitul Mal setempat,” jelasnya.

Sambungnya lagi,terkait dengan kabar masih adanya masyarakat Aceh Utara yang menempati rumah tidak layak huni, hal itu tidak dipungkiri. Seperti diberitakan sebuah media online baru-baru ini tentang warga dhuafa yang sudah berusia lanjut, tinggal di gubuk reot yang kondisinya cukup memprihatinkan.

“Masing-masing Nek Tijarah, warga Gampong Ulee Gunong, Kecamatan Lhoksukon, dan Nek Aminah warga Gampong Meureubo Kecamatan Tanah Jambo Aye,” ujarnya.

Camat Tanah Jambo Aye, Hanifza Putra, mengatakan pihaknya bersama Muspika telah meninjau langsung ke rumah Nek Aminah sekitar dua pekan yang lalu. Nek Aminah tinggal di rumah yang berada satu pekarangan dengan rumah anaknya.

“Keluarga dari nenek tersebut adalah keluarga berkecukupan, hanya saja Nek Aminah tidak mau tinggal serumah bersama anaknya. Makanya beliau tinggal di rumah lama yang di bawah rumah tersebut dijadikan kandang kambing,” ungkap Hanifza.

Baca: Miris, Nek Aminah Tinggal di Gubuk dengan Diapit Kandang Kambing Milik Anaknya

Tambahnya lagi, pihaknya bersama Muspika dan aparatur gampong setempat telah meminta kepada anak dari Nek Aminah agar dapat memindahkan kandang kambing dari bawah rumah tersebut, karena yang menjadi akar persoalan adalah kandang kambing tersebut.

Sementara Camat Lhoksukon, Saifuddin, juga menjelaskan terkait kondisi Nek Tijarah yang menempati rumah tidak layak huni. Menurutnya pihak gampong telah pernah membantu satu unit rumah dhuafa untuk Nek Tijarah, dimana saat ini rumah tersebut telah ditempati oleh anak-anaknya.

“Akan tetapi beliau sekarang tidak mau lagi tinggal bersama anak-anaknya. Pihak Muspika Lhoksukon bersama IPSM Aceh Utara dan Polres Aceh Utara, baru-baru ini telah mengupayakan bantuan rumah untuk Nek Tijarah. Insyaallah dalam beberapa waktu ke depan rumah bantuan itu sudah bisa ditempati oleh Nek Tijarah,” kata Saifuddin.

Ditambahkan Saifuddin, di wilayah Kecamatan Lhoksukon selama tahun 2017 dan 2018 telah dibangun 282 unit rumah untuk kaum dhuafa yang tersebar di 75 gampong. Bantuan rumah layak huni tersebut dibangun dengan dana gampong untuk membantu masyarakat miskin.

"Alhamdulillah, selama dua tahun itu Lhoksukon telah membangun 282 unit rumah dhuafa untuk masyarakat miskin dengan dana desa. Kami perioritaskan untuk masyarakat miskin yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni," ujarnya.

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...