Unduh Aplikasi

Pemkab Aceh Singkil Baru Tertibkan Tujuh Rumah Ibadah Tanpa Izin

ACEH SINGKIL - Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil baru berhasil menertibkan 7 rumah ibadah tanpa izin (undung-undung).

"Penertiban masih berlangsung, sudah 7 bangunan yang ditertibkan" kata Bupati Aceh Singkil H.Safriadi.SH kepada AJNN, Kamis (22/10/2015) di ruang kerjanya.

Dalam kesempatan itu, Safriadi juga berharap, dengan dilakukan penertiban ini, kedepan tidak ada lagi persoalan rumah ibadah tanpa izin di kabupaten yang dipimpinnya itu.

"Kita berharap persoalan yang sudah ada sejak pemerintahan lalu, dapat selesai tahun ini, dimasa kepemimpinan kami, sehingga kedepan tidak ada lagi persoalan serupa," harapnya.

Dari catatan AJNN, sejumlah rumah ibadah atau Undung -undung ilegal yang sudah ditertibkan tersebut antara lain 3 di Kecamatan Suro yakni masing-masing GMII, GKPPD Siompin dan Rumah Ibadah Khatolik Mandumpang, tiga bangunan ini di eksekusi pada Senin (19/10/2015).

Selanjutnya, eksekusi dilanjutkan, Selasa(20/10) dengan membongkar 2 bangunan di Kecamatan Simpang Kanan, masing masing GKPPD Tutuhan dan GKPPD Kuta Tinggi, sedangkan eksekusi pada hari Rabu (21/10) hanya 1 bangunan yang berhasil bongkar yakni Rumah Ibadah Khatolik Stasi Lae Balno Kecamatan Danau Paris.

Sementara, Kamis (22/10) penertiban dilanjutkan di Kecamatan Simpang Kanan dengan menggunakan alat berat, alat berat digunakan lantaran kontruksi bangunan berukuran 12 x 20 meter itu terbuat dari beton yang sangat kokoh sehingga personil Satpol PP tidak mampu membongkarnya secara manual.

Rumah ibadah yang ditertibkan hari ini yaitu GKPPD Siatas terletak di Desa Pertabas, Kecamatan Simpang.

|EDI

Komentar

Loading...