Unduh Aplikasi

Pemkab Aceh Selatan Segara Bahas Anggaran Penanggulangan Covid-19

Pemkab Aceh Selatan Segara Bahas Anggaran Penanggulangan Covid-19
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH SELATAN - Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Diasease atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan segera membahas kebutuhan anggara untuk penanganan wabah virus tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Selatan, Nasjuddin, mengatakan pihaknya akan membahas anggaran tersebut bersama Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) setempat pada Senin (30/1), mendatang.

Dikatakan Nasjuddin, rencana alokasi anggaran untuk kebutuhan penanganan Covid-19 tersebut diatas Rp 7 miliar akan diambil dari pos-pos lain yang dinilai dapat dipangkas.

Dikatakannya, kebutuhan anggaran yang akan diambil dari pos-pos tertentu yang dianggap tidak penting nantinya digunakan untuk kebutuhan alat-alat kesehatan terhadap Tim Gugus Kerja Penanggulangan Covid-19.

Selain itu, kata dia, juga untuk alat kesehatan bagi kebutuhan Rumah Sakit Umum Daerah Yulidin Away Tapaktuan yang berhubungan dengan penanganan Covid-19 tersebut.

“Saat ini alat kesehatan yang sangat mendesak itu yang berupa APD (Alat Pelindung Diri-red). Jumlah yang dibutuhkan mencapai lima ribu pcs,” sebut Narjuddin.

Menurut Nasjuddin, hingga saat ini alat pelindung diri di RSUDYA Tapaktuan masih kurang, padahal kebutuhannya sangat tinggi mengingat rumah sakit tersebut ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien yang terkena wabah virus SARS-CoV-2 itu.

Selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK), pihaknya juga telah menghimbau desa untuk mengalokasikan anggaran penanggulangan COVID 19.

“Untuk anggaran desa juga telah kita minta sesuai dengan Permendagri dan Permendes Dan IDT yang meminta desa mengalokasikan anggaran untuk penanganan COVID 19 ini,” sebutnya.

Disebutkannya anggaran desa nantinya dialokasikan untuk bantuan sosial pangan bagi warga Kabupaten setempat yang pulang ke daerah akibat wabah virus corona.

Bantuan yang diaokasikan dari dana desa nantinya diberikan bagi warga kurang mampu yang menjalani isolasi, sepulang dari perantauan untuk bekerja.

“Misalnya ada warga kita yang selama ini kurang mampu dia pulang dari daerah endemi corona atau daerah yang dianggap local tranmisi covid-19 maka mereka akan menjalani isolasi mandiri, nah selama menjalani isolasi mandiri nantinya desa membantu bantuan sosial makanan pokok bagi mereka selama 14 hari,” ujarnya.

Komentar

Loading...