Unduh Aplikasi

ABRASI SUNGAI MEUREUBO MAKIN PARAH

Pemkab Aceh Barat Tak Mampu Bangun Tanggul Pasak Bumi

Pemkab Aceh Barat Tak Mampu Bangun Tanggul Pasak Bumi
Seorang warga melihat kondisi abrasi sungai Meureubo.
ACEH BARAT - Kepala Dinas Cipta Karya Dan Pengairan Kabupaten Aceh Barat, Salihin Jabbar, mengaku tidak mampu membangun tanggul pasak bumi disepanjang Daerah Alisan Sungai (DAS) Krueng Meureubo.

Baca: Erosi Sungai Meureubo Makin Parah, Pemukiman Warga Terancam Hilang

"Kami hanya bisa membangun bronjong di sekitar DAS Meureubo, begitu juga dengan DAS Krueng Woyla, karena anggaran terbatas. Dan itu juga tidak bisa dibangun sekaligus,” kata Salihin Jabbar kepada AJNN, Rabu (27/4).

Menurut Salihin, selama ini Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam menangani persoalan tersebut hanya mampu menganggarkan dana Rp 1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Kabupaten (APBK).

"Anggaran itu hanya untuk membangun bronjong di titik-titik tertentu, untuk menjaga agar tidak terjadinya pengikisan (erosi) tebing sungai di sepanjang Das Meureubo dan Krueng Woyla," ujarnya.

Salihin menjelaskan, untuk membangun tanggul dengan memasang pasak bumi membutuhkan anggaran ratusan miliar, sehingga tidak mampu ditangani oleh pemerintah kabupaten.

"Kami memang berharap untuk membangun pasak bumi, tapi anggaran tidak mencukupi, sudah kami usulkan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Aceh, dan juga Dinas Pengairan Aceh, tapi belum ada respon hingga saat ini,” jelasnya.

Untuk penanganan secara keseluruhan terkait dengan DAS Meureubo dan Woyla, Salihin mengatakan, itu merupakan kewenangan pusat, karena masuk dibawah pengawasan dari BWS Aceh.

"Pembangunan bronjong merupakan tindakan yang diambil secara darurat, karena tidak mungkin menunggu anggaran pusat yang tidak pasti pengucurannya. Tapi setiap membangun bronjong selalu berkoordinasi dengan BWS," ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya selama ini juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bahkan tahun ini BPBD ikut mengajukan anggaran untuk pembangunan penahan dinding sungai di dua DAS tersebut.

"Tahun ini kami tidak anggarkan, kalau tidak salah BPBD ada mengajukan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana, tapi kami belum mengetahui apa yang akan dibangun, apakah bronjong atau tanggul pasak bumi," jelasnya.

Komentar

Loading...