Unduh Aplikasi

Pemkab Abdya Anggarkan Rp 20 Juta untuk Penebangan Pohon Raksasa

Pemkab Abdya Anggarkan Rp 20 Juta untuk Penebangan Pohon Raksasa

ACEH BARAT DAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) setempat menganggarkan Rp 20 juta rupiah untuk biaya penebangan pohon raksasa di pusat Kota Blangpidie.

“Sesuai dengan kesepakatan biaya penebangan satu pohon besar yang berusia ratusan tahun di pusat Kota Blangpidie berjumlah Rp 20 juta rupiah,” kata Kepala BPBK Abdya, Amiruddin kepada wartawan Minggu (20/11) di Blangpidie.

Ia menjelaskan, selain adanya biaya penebangan sebesar Rp 20 juta, penebang pohon juga telah diasuransikan selama enam bulan di Bumi Putra. “Sarah Ali, warga Gampong Pulau Kayu, Susoh selaku penebang pohon juga telah kita daftarkan asuransinya pada Bumi Putra,” tutur Amiruddin.

Hingga saat ini katanya, segenap persiapan untuk penebang pohon tersebut seperti administrasi telah disipakan pihaknya, hal tersebut sebagai jaminan jika ada sesuatu yang terjadi disaat dilakukan penebangan. “Persiapan administrasi surat pernyataan, premi asuransi jiwa penebang pada Bumi Putera sudah kita bayar, dan kemarin sudah mulai dilakukan penebangan,” kata Amiruddin.

Bukan itu saja, sambung Amiruddin, setelah mendapatkan semua haknya, Sarah Ali juga telah menandatangani surat pernyataan tentang kesangggupan melakukan penebangan pohon trembesi itu sampai selesai. Bahkan tidak ada tuntutan apabila terjadi sesuatu. “Saya pikir anggaran tersebut sudah wajar, sebab selain resikonya tinggi waktu penebangan juga mencapai 12 hari baru siap dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Sarah Ali (49) Warga Gampong Pulau Kayu Kecamatan Susoh, Abdya mengatakan, sebelum dilakukan pemotongan terlebih dahulu ia harus membersihkan cabang-cabang yang akan dipotong. “Kita bersihkan dulu cabang serta urat pohon yang melilit di pohon sehingga saat kita potong langsung jatuh dan tidak menimpa perumahan dan tokoh didekat ini,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk melakukan pemotongan sejumlah cabang pohon tersebut dirinya menggunakan alat tradisonal sehingga waktu dibutuhkan agak begitu lama. “Saya gunakan, kapak dan parang untuk memotong cabang, sementara untuk pohonnya akan kita usahakan menggunakan mesin pemotong,” ungkapnya. 

Komentar

Loading...