Unduh Aplikasi

Pemimpin Iran Sebut AS akan Diusir dari Irak dan Suriah

Pemimpin Iran Sebut AS akan Diusir dari Irak dan Suriah
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Amerika Serikat akan diusir dari Irak dan Suriah. (AFP/BEHROUZ MEHRI)

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Amerika Serikat akan diusir dari Irak dan Suriah. Seperti dikutip dari AFP, Khamenei meyakini AS tidak akan tinggal lama di Irak atau Suriah.

"Mereka harus menarik diri dan tentu saja akan diusir," kata Ayatollah Ali Khamenei, Minggu (17/5), menurut situs resminya.

Menurut dia, sekutu Washington bahkan kini tidak suka dengan kehadiran AS di kawasan itu.

Khamenei menyaebut AS harus diusir karena telah menjadi penghasut perang, melatih teroris, dan memberi dukungan tanpa syarat bagi penindasan rezim Zionis yang semakin meningkat.

"Bahkan para pemimpin sekutu Amerika membenci pejabat dan pemerintah Amerika, tidak mempercayai mereka dan acuh tak acuh terhadap mereka," kata Khamenei dalam konferensi video dengan mahasiswa.

AS dan Iran sama-sama terlibat konflik Suriah di mana Teheran mendukung rezim pemerintah Presiden Bashar Al Assad, dan Washington membantu suku Kurdi yang memerangi ISIS.

Keduanya menjadi pemain utama geopolitik di Irak sejak penggulingan diktator Saddam Hussein pada 2003.

Ketegangan dua musuh bebuyutan itu meningkat setelah AS menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir pada Mei 2018 dan kembali menerapkan sanksi yang melumpuhkan ekonomi Iran.

Tensi kian memanas pada Januari akibat kematian perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Dia tewas dalam serangan drone yang diluncurkan AS.

Serangan itu sempat dikhawatirkan memicu perang terbuka antara AS dan Iran. Namun kekhawatiran itu mereda setelah Trump menyatakan mundur dari konflik.

Saat ini AS dan Iran sama-sama terpukul parah oleh pandemi virus corona. AS menjadi negara dengan kasus dan kematian tertinggi di dunia akibat Covid-19. Hingga Senin (18/5), AS memiliki 1.527.664 kasus dan 90.978 kematian.

Sedangkan Iran menjadi yang tertinggi di Timur Tengah dengan 149.435 kasus corona dan 6.988 kematian.

Komentar

Loading...