Unduh Aplikasi

Pemilik Tanah Pertanyakan Hasil Ukur BPN Banda Aceh

Pemilik Tanah Pertanyakan Hasil Ukur BPN Banda Aceh
Tim Polda Aceh melakukan penyelidikan atas laporan pemilik tanah. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Aris Maulana Shiddiq, warga Geuceu Kayee Jato, Kecamatan Banda Aceh didampingi kuasa hukumnya mempertanyakan hasil pengukuran ulang luas tanah miliknya yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banda Aceh pada 1 September 2020 lalu. 

Herni Hidayati, kuasa hukum Aris Maulana menyebutkan selain mempertanyakan hasil pengukuran dari pihak BPN, pihaknya juga mempertanyakan perkembangan penyelidikan atas laporan kliennya dalam perkara pembongkaran bangunan yang dilakukan tim penertiban Pemerintah Kota Banda Aceh. 

"Hampir tiga bulan hasil pengukuran belum kami terima dari pihak BPN Banda Aceh. Padahal biaya untuk melakukan pengukuran sudah klien saya bayar," kata Herni, Senin (2/11).

Menurut Herni, hasil pengukuran ulang tanah milik Aris Maulana sudah dikeluarkan. Hanya saja, pihak BPN Banda Aceh menyerahkan ke pihak PU dan Polda Aceh, tidak ke pemilik tanah selaku pemohon. 

"Hasil pengukuran diserahkan ke dinas PU dan Polda Aceh. Padahal, klien saya yang mengajukan permohonan untuk dilakukan pengukuran ulang dan itu bayar, tidak gratisan," ujarnya. 

Baca: Terkait Kasus Tanah Warga Geuceu, BPN Dituding Bohongi Publik

Sebelumnya, kata Herni, pihak Polda Aceh juga telah melakukan penyelidikan dengan melakukan pengumpulan bahan keterangan dan data atas laporan pemilik tanah dugaan penyerobotan serta pengrusakan bangunan oleh tim penertiban Pemko Banda Aceh.

"Laporan dugaan pengrusakan bangunan dan penyerobotan lahan dilakukan pada awal Juli lalu,  beberapa orang telah dimintai keterangan. Hingga saat ini belum ada perkembang hasil penyelidikan pihak Polda Aceh," sebut Herni. 

Herni berharap agar kasus dugaan pengrusakan terhadap bangunan kliennya tidak ditutup-tutupi dan dapat diselesaikan agar tidak ada pihak yang dirugikan. 

"Merusak bangunan milik orang lain tanpa adanya ganti rugi adalah suatu tindakan pidana. Kami harap agar ada win-win solusi atas tanah yang diserobot dan bangunan yang telah dirusak," ungkap Herni Hidayati selaku kuasa hukum Aris Maulana Siddiq. 

Komentar

Loading...