Unduh Aplikasi

Pemilik Lahan Kembali Blokir Jalan Menuju Kampus STAIN Dirundeng Meulaboh

Pemilik Lahan Kembali Blokir Jalan Menuju Kampus STAIN Dirundeng Meulaboh
Pemilik lahan memblokir jalan menuju kampus STAIN Dirundeng Meulaboh dengan memasang baliho besar. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Pemilik lahan di lokasi pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, kembali melakukan aksi pemblokiran jalan menuju kampus tersebut.

Aksi itu telah dilakukan oleh sejumlah pemilik lahan di daerah itu, karena ganti rugi yang tidak kunjung dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, meski pasca dilakukan gugatan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama dengan STAIN Teungku Dirundeng, dan Kementerian Agama kalah hingga ditingkat banding.

Salah seorang pemilik lahan disekitar itu, Irwan Gunawan TU, mengatakan aksi pemblokiran terpaksa dilakukan mereka sejak 20 hari yang lalu.

Dikatakan Irwan, pembokiran yang dilakukan tersebut tidak bermaksud mengganggu aktivitas perkuliahan di kampus tersebut, namun terpaksa dilakukan karena tidak ada kejelasan terkait ganti rugi.

“Dulu padahal saat pertemuan dengan DPRK sudah ada kesepakatan kalau kalah di Pengadilan Negeri tidak ada lagi banding, tapi langsung ganti rugi. Kalau kami yang kalah maka pemerintah hanya ganti penayah,” kata Irwan Gunawan TU.

Namun, kata Irwan, meski sudah kalah ditingkat banding Pengadilan Tinggi Banda Aceh tapi Pemkab masih juga tidak membayar ganti rugi, namun kata dia informasinya malah melakukan kasasi di mahkamah Agung.

Baca: Kalah Banding, Dewan Sarankan Pemkab Aceh Barat Segera Ganti Rugi Lahan STAIN TDM

Irwan menjelaskan, pihaknya akan membuka jalan yang diblokir tersebut jika pemkab bersama STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh mencabut kasasi dan melakukan penggantian ganti rugi.

Ia menjelaskan usai kalah di Pengadilan Bupati Aceh Barat, Ramli MS, pernah mengatakan kepadanya akan segera melakukan proses ganti rugi terhadap lahan itu namun hingga kini apa yang dijanjikan itu tidak kunjung ada.

“Kalau nanti tingkat kasasi kami menang lagi maka kami akan membongkar bangunan tersebut sesuai keputusan pengadilan, jika memang ganti rugi tetap tidak dilakukan," tegasnya.

Dijelaskan Irwan, aksi pembongkaran yang nantinya dilakukan bukan berarti mereka tidak peduli dengan dunia pendidikan, apalagi yang mengenyam pendidikan di tempat itu juga merupakan anak cucu mereka kedepannya.

Adapun pemilik lahan didaerah itu yakni Umar Meurah, M.Yunus, Rustam Efendi, Syaril Saputra, Harlan Toni, Suharti dengan luas secara keseluruhan berjumlah 27 hektare.

Komentar

Loading...