Unduh Aplikasi

NELAYAN ACEH DITANGKAP DI MALAYSIA

Pemilik Kapal: Nelayan Saya Bukan Penyelundup

Pemilik Kapal: Nelayan Saya Bukan Penyelundup
Nelayan asal Aceh Tamiang dalam penahanan pemerintah Malaysia. Foto: istimewa
BANDA ACEH – Syahrol--biasa disapa Dek Rol, pemilik kapal yang ditumpangi empat nelayan yang terdampar di perairan Malaysia, membantah ucapan Panglima Laot Aceh Miftahuddin yang menyebutkan bahwa keempat awak kapal itu adalah penyelundup.

Menurut Syahrol, keempat awak kapal yang ditangkap karena melanggar batas wilayah perairan Malaysia adalah benar-benar berprofesi sebagai nelayan dari Aceh Tamiang.

“Itu anak buah kapal saya. Mereka nelayan saya. Saya yang punya boat, bukan penyelundup,” ujar Syahrol kepada AJNN, Kamis (31/3).

Menurut Syahrol, di perairan internasional, kapal bermesin tempel itu mengalami kerusakan. Sehingga mereka terkatung-katung dan dibawa angin masuk ke perairan Malaysia. Jika para nelayan tersebut melawan arus angin, kata Syahrol, kapal itu bisa saja karam.

Pihak maritim Malaysia, kata Syahrol, juga meminta izin kepadanya untuk menjual ikan hasil tangkapan empat nelayan tersebut. “Jadi tidak benar mereka penyelundup,” kata Syahrol.

Senada Syahrol. Jasman, adik kandung Jasliadi, menegaskan bahwa saudara kandungnya adalah nelayan, bukan penyelundup seperti yang ditudingkan Panglima Laot Aceh, Miftahuddin.

“Abang saya sejak tamat SMP sudah melaut. Keluarga kami juga pelaut di Aceh Selatan,” Jasman. “Saya berharap Miftahuddin meminta maaf, agar tidak ada salah persepsi di masyarakat tentang nelayan Aceh yang terdampar itu,” kata Jasman.

Komentar

Loading...