Unduh Aplikasi

Pemerintah Lhokseumawe Bongkar Lapak Liar di Pasar Sayur

Pemerintah Lhokseumawe Bongkar Lapak Liar di Pasar Sayur
Petugas Satuan Pol PP membongkar lapak pedangan di Lhokseumawe. Foto: Safrizal
LHOKSEUMAWE - 70 unit lapak liar milik para pedagang di kawasan Pasar Sayur Tradisional, Pusong Baru, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Rabu (30/3), dibongkar paksa aparat Satuan Polisi Pamong Praja Kota Lhokseumawe. Bangunan yang berdiri di atas bahu jalan itu mulai dibongkar paksa usai salat Zuhur.

“Lalu lintas jadi tersendat. Banyak pengendara terganggu. Aktivitas masyarakat juga terganggu,” kata Irsyadi.

Kepala Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Irsyadi, mengatakan seluruh pedagang telah diberikan peringatan untuk membongkar sendiri bangunan yang mereka tempati. Menurut Irsyadi, para pedagang melanggar aturan karena menggunakan bahu jalan sebagai tempat berjualan. Keberadaan kios-kios itu kerap membuat kemacetan di kawasan itu.

Irsyadi mengatakan pemerintah tiga kali menyurati pedagang untuk membongkar sendiri lapak mereka. Namun seruan ini tidak diindahkan.

Mitra Nina Trisusanti, salah satu pemilik bangunan liar yang dibongkar, mengatakan dirinya membeli lapak tersebut seharga Rp 150 ribu dari salah seorang warga yang sebelumnya menempati bangunan lapak itu.

Nina, mengaku kurang terima atas pembongkaran yang dilakukan oleh Satpol PP tersebut, karena Ia tinggal di kawasan tersebut selama 10 tahun bersama anak perempuan semata wayangnya. Meskipun, dilapak tersebut baru ditempatinya selama tiga bulan lalu.

“Setelah lapak tempat kami tinggal dibongkar, saya dan anak saya saat ini tidak tahu harus tinggal di mana lagi,” kata Nina.

Dia berharap pemerintah, sebelum membongkar lapak bangunan yang ditempati, harus memberikan tempat tinggal pengganti. Dia juga berharap, pemerintah dapat membantu dengan mereka hingga mendapatkan tempat tinggal layak di Lhokseumawe.
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...