Unduh Aplikasi

Pemerintah Larang Perayaan Tahun Baru di Kota Sabang

Pemerintah Larang Perayaan Tahun Baru di Kota Sabang
Foto: Ist

SABANG - Pemerintah Kota Sabang telah mengeluarkan larangan perayaan malam pergantian tahun baru 2020 mendatang.

Larangan tersebut tertuang dalam himbaun bersama yang ditandatangani   unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sabang.

Seruan bersama ini dikeluarkan agar masyarakat tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang melanggar syariat islam di Sabang.

Wali Kota Sabang, Nazaruddin meminta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang sifatnya ugal-ugalan, hura-hura seperti meniup terompet, menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun.

"Ini merupakan salah satu keseriusan Pemko Sabang dalam menjalankan syariat islam. Kita mengimbau agar warga tidak merayakan tahun baru, karena tidak sesuai adat dan istiadat,” kata Nazaruddin dalam keterangannya, Minggu (22/12).

Selain itu, pemerintah juga melarang kegiatan yang bernuansa islam seperti zikir, yasinan, tausyiah atau sejenisnya.

Menurut Nazaruddin, kegiatan itu dapat menyesatkan pemahaman masyarakat islam, sehingga terkesan diperbolehkan menurut islam, karena itu juga dilarang.

Imbauan tersebut juga berlaku kepada wisatawan yang datang ke Kota Sabang. Ia meminta agar setiap wisatawan yang datang agar dapat mematuhi peraturan daerah setempat dan tidak melanggar norma dan budaya Sabang.

“Kami tidak melarang wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke Sabang, malah kami sangat senang Sabang ramai dikunjungi oleh wisatawan, namun diharapkan agar wisatawan yang berkunjung ke Kota Sabang dapat menyesuaikan dengan kondisi adat dan budaya masyarakat Kota Sabang yang melaksanakan syariat islam,” tuturnya.

Nazaruddin menuturkan, imbauan itu juga berlaku pada cafe, restoran dan hotel di Sabang, diminta tidak memfasilitasi kegiatan penyambutan tahun baru yang dapat mendukung kegiatan yang bertentangan dengan syariat islam. 
 

Komentar

Loading...