Unduh Aplikasi

Pemerintah Jamin Beri Bansos Bagi Warga yang Tak Mudik

Pemerintah Jamin Beri Bansos Bagi Warga yang Tak Mudik
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan para perantau yang tak mudik dan masuk dalam data KPM Kementerian Sosial akan mendapatkan bantuan sosial jika tak pulang kampung. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan perantau di Jakarta yang 'gagal' pulang kampung akibat pandemi virus corona (Covid-19) dan aturan larangan mudik akan mendapat bantuan sosial.

Bahkan kata Muhadjir, bantuan itu pun sudah mulai digulirkan sejak awa pekan ini.

"[Bansos] sekarang sudah mulai bergulir. Tanggal 20 [April] kemarin Presiden mencanangkan awal pembagian Bansos untuk wilayah Jabodetabek," kata Muhadjir melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/4).

Bansos itu diberikan kepada sebagian besar pemudik yang masuk dalam kategori tidak mampu. Rata-rata, kata Muhadjir, bansos diberikan kepada warga yang tinggal di daerah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), baik penduduk asli maupun pendatang.

"(Pemudik) kalau semua ya tidak. Untuk keluarga tidak mampu," kata dia menjelaskan siapa saja yang menerima bantuan untuk mengurangi beban di masa pandemi virus corona (Covid-19).

Muhadjir menjelaskan bansos itu didistribusikan merujuk pada data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dimiliki Kementerian Sosial. Data ini juga telah mengalami pembaharuan sejak kasus Covid-19 masuk ke Indonesia.

"Data KPM, di samping berdasar DTKS juga dari data yang dihimpun atas kerjasama Pemda dengan Kemensos, terutama untuk mendata keluarga miskin baru akibat dampak wabah Covid 19," kata mantan Menteri Pendidikan tersebut.

Terkait antisipasi warga yang pulang kampung sebelum pemberlakuan larangan mudik per 24 April nanti, Muhadjir pasrah. Dia hanya berharap tak ada warga yang 'nakal' dengan pulang kampung besok atau hari ini.

"Mudah-mudahan tidak [mudik dan pemudik membludak]," kata dia.

Sebelumnya, kemarin, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas kabinet telah meminta agar mudik dilarang untuk mencegah makin meluasnya penyebaran viru corona di Indonesia. Kemudian, disepakati keputusan untuk memulai larangan mudik itu per 24 April 2020.

Komentar

Loading...