Unduh Aplikasi

Pemerintah Didesak Serius Kembangkan KEK Arun Lhokseumawe

Pemerintah Didesak Serius Kembangkan KEK Arun Lhokseumawe
Foto: Ist

BANDA ACEH – Pemerintah Pusat diminta untuk serius mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe di Aceh. Pengembangan kawasan ekonomi tersebut dinilai sangat penting untuk pembangunan ekonomi kawasan dan pengentasan kemiskina di Aceh.

Permintaan itu disampaikan mantan Koordinator Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh Papua dan Keistimewaan Yogyakarta,  Firmandez. Menurutnya, untuk memajukan KEK Arun Lhokseumawe perlu adanya komitmen penyertaan modal oleh konsorsium.

“PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) sudah merealisasikan penyertaan modal, tapi konsorsium lain seperti Pertamina dan Pelindo 1 kabarnya belum, ini yang harus direalisasikan. Pemerintah harus serius,” ujarnya, Minggu (4/4).

Firmandez menambahkan, pengembangan KEK Arun Lhokseumawe merupakan tanggung jawab semua pihak, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh harus lebih peduli untuk pengembangannya, karena KEK itu merupakan proyek negara.

“Konsorsium harus didorong untuk komit melakukan pengembangan KEK Arun secepatnya, agar ekonomi kawasan itu bangkit. Setoran modal dari konsorsium sangat penting agar tidak ada lagi alasan tidak ada anggaran operasional,” ujarnya.

PT Patriot Nusantara Aceh (PATNA) sebagai Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola (BUPP) juga nantinya bisa bekerja lebih ekstra.

Karena itu, mantan Keua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh ini juga meminta pemerintah untuk memfasilitasi pertemuan dengan dua konsorsium yang belum melakukan penyertaan modal tersebut (Pertamina dan Pelindo 1).

Sementara terkait lahan yang masih milik Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Firmandez meminta kerelaan pemerintah untuk melakukan pengalihan, agar KEK Arun Lhokseumawe bisa segera berkembang.

“Itu kan barang bekas, negara harus ihklas, alihkan saja aset-aset itu kepada PATNA selaku BUPP KEK Arun Lhokseumawe,” tuturnya.

kata dia, puluhan tahun hasil Migas di sana disedot oleh negara, apa salahnya sekarang negara berbaik hati mengalihkan aset bekas milik PT Arun itu untuk mendukung pengembangan KEK Arun Lhokseumawe.

Firmandez mengharapkan KEK Arun Lhokseumawe bisa menjadi katalis reformasi ekonomi di Aceh. Untuk itu para pihak diminta membangun sinergitas, sehingga pengelolaan kawasan tersebut bisa memberikan multiplier effek bagi pembanguan ekonomi daerah.

Menurutnya, untuk menggerakkan rekonstruksti industri di sekitar KEK Arun Lhokseumawe, Pemerintah Aceh bersama Konsorsium dan Forum Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe harus bersinergi dengan baik, karena tanpa sinergitas dengan berbagai pihak KEK akan susah berkembang.

“KEK Arun Lhokseumawe tak bisa jalan sendiri, harus ada dorongan dari berbagai pihak agar industri di sana bisa tumbuh. Sinergitas bersama akan memicu tumbuhnya investasi dan berkembangnya industri,” cetusnya.

Selain itu tambah Firmandez, kelembagaan KEK Arun Lhokseumawe, Dewan Kawasan, Administrator dan Badan Pembangun dan Pengelola (BUPP) harus bisa melakukan percepatan pengembangan KEK Arun Lhokseumawe secara maksimal, sehingga bisa mendorong sektor swasta atau calon investor untuk berinvestasi.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...