Unduh Aplikasi

Pemerintah Daerah Menunggak Listrik ke PLN Sebesar Rp 54,3 Miliar

Pemerintah Daerah Menunggak Listrik ke PLN Sebesar Rp 54,3 Miliar
GM PLN Aceh Bob Saril. Foto: Hendra Keumala
BANDA ACEH - Seluruh pemerintah daerah di Aceh menunggak pembayaran listrik. Jumlahnya bervariasi, dari Rp 10 juta hingga Rp 15 miliar. Hal ini diungkapkan General Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Aceh Bob Saril di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, tadi siang.

Aceh Timur menjadi pemerintah daerah dengan tunggakan listrik terbesar ke PLN Aceh. Total tunggakan mencapa Rp 15,1 miliar. Disusul Bireuen Rp 14,3 miliar dan Aceh Utara Rp 10,8 miliar.

Diperingkat keempat bertengger Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dengan total tunggakan Rp 4,1 miliar. Sedangkan Pemerintah Kota Banda Aceh menunggak pembayaran listrik sebesar Rp 1,7 miliar.

“Mungkin juga pada saat pembahasan pengalokasian anggaran tidak pas pada saat melakukan pembahasan anggaran, berapa yang akan dialokasiakan kepada PLN,” kata Bob. “Yang jelas kita terus memberitahukan hal ini kepada pemda pada saat awal tahun.”

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Kautsar mengatakan pihaknya akan mencoba menyampaikan hal ini kepada kepala daerah bersangkutan.

“Saya pikir ini coba kita sampaikan kepada pemerintah kabupaten kota supaya dapat membayarlah tunggakan ini,” kata Kautsar. Menurut dia, jika pemerintah tidak membayar tunggakan listrik, ini akan berimplikasi kepada layanan listrik PLN kepada masyarakat.

Komentar

Loading...