Unduh Aplikasi

Pemerintah Aceh Tak Sediakan Beasiswa untuk Mahasiswa ke Timur Tengah

Pemerintah Aceh Tak Sediakan Beasiswa untuk Mahasiswa ke Timur Tengah

BANDA ACEH - Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh Muhammad Fadhil Rahmi mengungkapkan kalau Pemerintah Aceh tidak menyediakan anggaran beasiswa untuk mahasiswa yang kuliah negara-nagara di timur tengah.

Muhammad Fadhil Rahmi mengatakan baru dua kab/kota yang menyiapkan anggaran untuk mahasiswanya yang kuliah di timur tengah, yakni Aceh Tenggara dan Kota Langsa.

"Kalau Pemerintah Aceh tidak ada anggaran beasiswa untuk mahasiswa yang kuliah timur tengah, padahal mereka-mereka yang kuliah disana (timur tengah) adalah calon-calon ulama yang akan memimpin Islam kedepan," kata Muhammad Fadhli dalam sambutannya pada acara peusijuek dan pelepasan mahasiswa baru ke timur tengah tahun 2017, Minggu (17/9) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Padahal, kata Fadhil, tidak butuh anggaran besar untuk setiap mahasiswa yang kuliah di timur tengah, karena yang dibutuhkan oleh mahasiswa adalah biaya hidup saja.

"Kalau saya hitung-hitung setiap bulan hanya butuh Rp 1,5 juta, itu sudah masuk biaya sewa kost dan makan, setiap tahun hanya butuh Rp 30 juta," ungkap Fadhil.

Ia menjelaskan, anggaran yang sedikit besar dibutuhkan adalah ketika keberangkatan pertama yakni bisa mencapai Rp 21 juta. Tahun 2017, dari 116 yang lulus untuk melanjutkan kuliah ke timur tengah, hanya 102 orang yang mendaftar ulang.

"Selebihnya tidak jadi berangkat, karena biaya keberangkatan tidak ada. Sayang secara prestasi unggul, secara finansial tidak mampu. Padahal dengan uang Aceh yang sangat besar, perhatian di sektor pendidikan agama masih sangat kurang," ujarnya.

Fadhil yang juga bekas pengurus KNPI Aceh ini juga mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada acara itu. Padahal, yang akan berangkat ini merupakan calon-calon ulama yang akan memimpin agama Islam kedepan.

"Mungkin pak gubernur ada kegiatan lain, informasi masih di Sabang. Tadi saya sempat ditanya sama orang tua calon mahasiswa sebelum acara, apa pak gubernur hadir, saya katakan mungkin tidak hadir, kemudian wali mahasiswa itu mengatakan kalau pelepasan 14 orang atlit sepak bola pak gubernur hadir, tapi ketika melepaskan 102 calon ulama pak gubernur tidak hadir," kata Fadhil mengulangi percakapan bersama temannya itu.

Namun, Fadhil tetap mendoakan agar pemimpin Aceh bisa tetap sehat dan bisa melaksanakan seluruh program-program kesejahteraan terhadap masyarakat selama lima tahun kedepan.

"Semoga pak gubernur terus sehat dalam memimpin Aceh kedepan," ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Keistimewaan, Abdul Karim, yang hadir mewakili Gubenrur Aceh membantah terkait tidak adanya beasiswa terhadap mahasiswa yang menempuh pendidikan ke timur tengah.

"Pada saat Irwandi memimpin Aceh lima tahun yang lalu, saya masih di Inspektorat Aceh, dan saya yang mengawal beasiswa baik dalam negeri maupun luar negeri, dan beasiswa ke timur tengah juga ada saat itu," kata Abdul Karim.

Tak hanya itu, Abdul Karim juga mengatakan permohonan maaf atas ketidakhadiran Irwandi Yusuf. Ia menjelaskan gubernur bukan tidak mau hadir, tapi memang tidak bisa hadir.

"Tidak bisa hadir, bukan tidak mau hadir, mohon maaf sekali lagi, benar-benar tidak hadir," kata Abdul Karim.

Komentar

Loading...