Unduh Aplikasi

PUPR Aceh Tak Kunjung Perbaiki Jalan Lintas Provinsi yang Rusak di Pidie

PUPR Aceh Tak Kunjung Perbaiki Jalan Lintas Provinsi yang Rusak di Pidie
Kondisi jalan lintas provinsi di kawasan Keunire Kabupaten Pidie. Foto: AJNN/Salman

PIDIE-Pemerintah Aceh hingga kini belum menangani secara permanen kerusakan badan jalan lintas provinsi yang telah rusak parah tepatnya dari arah Simpang Empat Bundaran, Keunire hingga memasuki jalur dua simpang Kantor PDAM Kabupaten Pidie.

Lubang menganga terlihat pada bagian sisi kanan dan kiri badan jalan sehingga kendaraan kerap mengalami kecelakaan akibat terperosok. Bahkan tidak sedikit pengguna sepeda motor (Sepmor) yang mengalami kecelakaan saat melintasi tersebut. 

Kerusakan jalan lintas provinsi itu telah dibiarkan sejak lama. Ironisnya Pemerintah Aceh hanya menangani dengan melakukan penambalan (Patching) pada bagian badan jalan yang berlubang sehingga tidak bertahan lama dan saat ini kondisinya kembali berlubang. 

Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie Ali Basyah dikonfirmasi AJNN, Rabu (2/6) membenarkan badan jalan dari arah Simpang Empat Bundaran, Keunire hingga memasuki jalur dua simpang Kantor PDAM telah rusak dan berlubang. 

Untuk pemeliharaan jalan lintas provinsi merupakan kewenangan pihak provinsi jadi bukan kewenangan pemerintah kabupaten. Namun demikian pihaknya telah sering kali mengusulkan untuk menangani kerusakan jalan tersebut baik namun belum ditanggapi. 

"Telah sering kali kita mengusulkan untuk menangani kerusakan jalan tersebut kepada pihak pemerintah provinsi namun belum ditanggapi," ujarnya. 

Baca: Baru Ditambal, Jalan Lintas Provinsi di Pidie Kembali Rusak

Sebagaimana diberitakan AJNN sebelumnya, Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK) UPTD Wilayah III Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Zulkarnaini dikonfirmasi AJNN mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada pimpinan bahwa jalan provinsi tersebut dilalui mobil lintas nasional.

“Statusnya lintas propinsi tapi kodisi saat ini mobil yang dilalui sudah tingkat nasional, dulu jalan lintas nasional dari simpang PDAM hingga Mesjid Alfalah Sigli, namun karena  ada pembangunan masjid sehingga mobil lintas nasional menggunakan jalan lintas propinsi,” katanya.

Karena jalan tersebut sudah dilalui mobil lintas nasional, maka menyebabkan terjadi kerusakan dan berlubang, meski telah dilakukan penambalan. Kecuali dibangun secara keseluruhan.

“Tidak mencukupi anggaran untuk membangun secara keseluruhan maka hanya dilakukan patching. Bahkan sampai akhir 2020 kita juga menambal berapa titik jalan yang yang sudah berlubang untuk menghindari terjadi kecelakaan,“ ujar Zulkarnaini.

Komentar

Loading...