Unduh Aplikasi

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Simeulue

Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Simeulue
Foto: Ist

SIMEULUE - Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah memerintahkan Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri untuk menyerahkan bantuan masa panik bagi korban kebakaran di Desa Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue.

Kebakaran itu terjadi pada Sabtu (12/10) malam. Diduga penyebab kebakaran karena arus pendek.

Penyerahan bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, yang diwakili Kasi PSKBA Dinsos Aceh Yanyan Rahmat, di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Simeulue, Senin (14/10).

"Ini merupakan perintah langsung Plt Gubernur Aceh kepada Kadis Sosial Aceh, agar segera diantarkan bantuan ke Simeulue," ujar Yanyan Rahmat dihadapan pejabat Pemkab Simeulue.

Bantuan diterima langsung oleh Asisten III Setdakab Simeulue, Gusni, mewakili Bupati Simeulue Erli Hasim. Turut hadir juga dalam prosesi penyerahan bantuan itu, Sekretaris Dinas Sosial Simeulue Ahmadnuddin, Camat Simeulue Timur, Ali Muhammadsyah, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Dodibas serta Kabid Linjamsos, Devi Rasmal.

Asisten III, Gusni mengucapkan terimakasih kepada Plt Gubernur Aceh yang sudah mengirimkan bantuan masa panik untuk warga yang mengungsi akibat kebakaran.

Sementara itu, Kasi PSKBA Yanyan Rahmat, menyampaikan bahwa Plt. Gubernur Aceh menitipkan salam hangat dan ikut berduka cita atas kejadian tersebut. Kepada Seluruh masyarakat Simeulue yang terkena musibah, ia berharap semua masyarakat dapat bersabar, karena semua ini datangnya dari Allah, tentu kembalinya kepada Allah.

"Kami berharap semoga Allah SWT kembali menggantinya yang lebih baik kepada kita semua," katanya.

Yanyan juga menambahkan, selain bantuan berupa sandang dan pangan, pihaknya juga telah mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian yang juga tidak jauh dari tempat kejadian kebakaran.

"Dapur umum untuk memasak nasi bagi korban kebakaran sudah kami siapkan usai kebakaran hingga 14 hari kedepan sesuai denga masa tanggap darurat yang telah ditetapkan," katanya.

Salah satu warga yang ditemui di lokasi pengungsian bernama Nurmawati, dengan raut wajah sedih dan berurai air mata, mengungkapkan saat musibah kebakaran yang menghanguskan semua harta benda tempat dia berjualan, dan tidak ada yang bisa diselamatkan.

"Suami saya baru dua bulan meninggal dunia, ditambah lagi musibah ini, saya sudah tidak punya apa-apa lagi untuk berjualan guna menopang ekonomi keluarga, terlebih satu anak saya masih kuliah dan membutuhkan biaya kuliah, sementara dari saya sudah tidak ada apa-apa lagi," ujarnya sambil menangis.

Kepada Pemerintah Aceh dan pemerintah daerah, ia berharap ada bantuan yang memadai terutama untuk biaya kuliah anaknya dan modal usaha guna menghidupkan kembali usahanya yang sudah tiada akibat terbakar dalam musibah tersebut.

Komentar

Loading...