Unduh Aplikasi

Pemerintah Aceh Harus Antisipasi Risiko Ketiadaan Tenaga Medis di RSUDZA Selama Covid-19

Pemerintah Aceh Harus Antisipasi Risiko Ketiadaan Tenaga Medis di RSUDZA Selama Covid-19
Bagian depan RSUZA. Foto: ist

BANDA ACEH - Banyaknya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh harus disikapi serius. Dalam sepekan ini, puluhan tenaga kesehatan tertular Covid-19.

"Kondisi ini harus segera diantisipasi dengan merekrut tenaga kesehatan baru," kata pemerhati kebijakan publik, Nasrul Zaman, Jumat, 31 Juli 2020.

Nasrul mendorong Pemerintah Aceh segera membuka lowongan pekerjaan untuk tenaga medis dan para medis yang akan ditempatkan di berbagai RSU daerah, terutama RSUDZA sebagai cadangan dan tenaga bantuan.

Tenaga cadangan ini, kata Nasrul, juga dapat dipekerjakan di tempat lain saat dibutuhkan. Terutama di RSU rujukan di daerah lain. Merekrut petugas kesehatan baru saat ini, kata Nasrul, akan memberikan waktu bagi mereka meningkatkan pengalaman dan pengetahuan, terutama dalam menangani pasien covid-19.

Hari ini, RSUZA mengonfirmasi tiga dokter dan 14 perawat serta seorang tenaga nonmedis tertular corona. Sebelumnya, sejumlah rumah sakit di beberapa daerah di Aceh juga menyatakan tenaga medis mereka menjalani perawatan dan isolasi.

Salah satu penyebab lonjakan ini akibat para petugas medis tidak mendapat informasi jujur dari pasien tentang riwayat perjalanan mereka. Hal lain yang diduga menjadi penyebab tertularnya para petugas adalah alat pelindung diri yang tidak sesuai standar. 

Komentar

Loading...