Unduh Aplikasi

Pemerintah Aceh Dinilai Terlalu Buru-buru Berlakukan Jam Malam

Pemerintah Aceh Dinilai Terlalu Buru-buru Berlakukan Jam Malam
Teuku Kemal Fasya. Foto: FB Kemal Fasya

LHOKSEUMAWE – Antropolog, Teuku Kemal Fasya menilai pemerintah terlalu terburu-buru memberlakukan jam malam di Aceh. Menurutnya, selama ini situasi Coronavirus Disease (Covid-19) di Aceh masih bisa ditangani secara normal.

“Menurut saya ini terlalu terburu-buru diberlakukan jam malam atau lockdown, padahal situasi Covid-19 masih normal bisa diatasi, sudah memadai dengan lockdown sekolah dan perkantoran saja,” katanya kepada AJNN, Rabu (1/4).

Dikatakan Kemal, dari tingkat literasi masyarakat dan media sosial juga membantu untuk menjadikan warga was-was berkumpul.

“Misalkan dengan cara petugas membubarkan acara pesta perkawinan, itu menunjukkan treatment yang dilakukan sudah cukup baik,” ujarnya.

Menurut Kemal, ini dampak terhadap masyarakat hampir sama dengan India, sekarang tingkat kemiskinan karena sektor ekonomi real dari perdagangan dan perjualan makanan serta lainnya mulai kesusahan.

“Pemerintah Aceh tidak usah terpengaruh oleh godaan netizen, karena yang memimpin bukan netizen, akan tetapi gubernur. Tidak perlu serta merta mengeluarkan kebijakan karena orang cuap-cuap di media sosial,” tuturnya.

Sebab, ketika lockdown dan jam malam diberlakukan semua masyarakat ikut protes. Jadi pemerintah kalau mengikuti omongan netizen jadi serba salah.

Komentar

Loading...