Unduh Aplikasi

Pembunuh Keuchik di Aceh Timur Diancam 15 Tahun Penjara

Pembunuh Keuchik di Aceh Timur Diancam 15 Tahun Penjara
Kapolres Langsa didampingi Kasat Reskrim memperlihatkan sejumlah barang bukti yang diamankan dari tersangka. Foto: For AJNN.

LANGSA - Zainal Abidin aliasa Aman Gaya (44) warga Gampong Alur Kaol, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur, pelaku pembunuh Keuchik Zainnuddin diancam 15 tahun penjara.

"Tersangka Zainal Abidin alias Aman Gaya terancam 15 tahun penjara karena telah menghabisi nyawa orang lain yaitu Keuchik Zainuddin," kata Kapolres Langsa AKBP Andy Hermawan didamping Kasat Reskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo, saat press realese, Minggu (9/2) di Mapolres Langsa.

Kapolres mengatakan, tersangka Aman Gaya berhasil ditangkap Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Langsa, Sabtu kemarin (8/2) setelah menjadi buronan atau DPO selama empat tahun.

Saat ditangkap oleh petugas, kata Kapolres, tersangka Aman Gaya melakukan perlawanan dan ingin menusuk salah seorang petugas dengan pisau. Akibatnya, petugas melakukan tindakan terukur dan terarah yaitu menembak tersangka dibagian betis.

Kapolres menjelaskan, kronologi pembunuhan terhadap Zainuddin yang merupakan Geuchik Alue Kaol (satu gampong dengan pelaku) terjadi pada Rabu 3 Agustus 2016 lalu sekitar pukul 20.00 WIB di Gampong Alue Kaol, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur (wilayah hukum Polres Langsa).

Pembunuhan tersebut terjadi karena perselisihan paham mengenai tapal batas rumah korban dengan rumah pelaku yang di picu oleh adanya anak korban bermain-main di pohon rambutan yang diklaim pohon tersebut milik pelaku.

Baca: Buron 4 Tahun, Pembunuh Geuchik di Aceh Timur Ditembak Polisi

Tak terima pohon rambutannya dijadikan tmpat bermain oleh anak Zainnudin (korban), si pelaku menegur dengan nada kencang sehingga korban selaku orang tua dari si anak merasa tidak terima.

"Oleh sebab itu terjadi percekcokan mulut. Setelah cekcok, pelaku kemudian mengambil sebuah parang lalu langsung mengayunkan ke arah korban, ayunan pertama itu tidak mengenainya. Sebaliknya korban juga mengambil sebuah parang dan terjadi perkelahian diantara keduanya sehingga korban terkena tebasan parang tepat dilehernya lalu meninggal dunia," ungkap Kapolres.

Mengetahui korban meninggal dunia, waktu itu pelaku langsung melarikan diri, sehingga kemarin baru berhasil ditangkap saat pelaku pulang ke gampongnya.

Dari pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa empat buah parang, enam pisau dan satu buah gerenda.

Komentar

Loading...