Unduh Aplikasi

Pembukaan Tambak Merusak Hutan Bakau di Aceh Timur

Pembukaan Tambak Merusak Hutan Bakau di Aceh Timur
Tambak
ACEH TIMUR - Masyarakat pengrajin kayu arang menyesalkan aksi perusakan hutan bakau dengan cara pembukaan tambak berskala besar di kawasan Birem Bayeun Aceh Timur, Rabu (7/10).

Perambahan besar-besaran hutan mangrove itu diduga erat kaitannya dengan Dinas Perikanan dan Kelautan yang menerima pengajuan program rehab tambak dari pihak tertentu yang kemudian luput dari pengawasan.

"Saya kira semua itu tidak terlepas dari kelalaian Dinas Perikanan dan Kelautan yang sembarang mengabulkan setiap pengajuan permohonan bantuan rehap tambak, tanpa melihat lokasi areal yang akan direhab, dan kemungkinan tidak melihat kelengkapan dokumen pemilik tambak, dan loksi arealnya," ujar sumber AJNN di Aceh Timur mengacu pada program rehab tambak di kawasan itu.

Sementara itu, para pengrajin kayu arang yang selama ini menggantungkan nasibnya pada hutan bakau menjadi semakin tersudutkan. Sejumlah pihak selama justru menuding mereka sebagai biang kerusakan hutan bakau.

"Kenyataannya perusak hutan mangrove secara besar-besaran itu adalah para pembuka lahan tambak, bayangkan per hari mereka sanggup merusak areal hutan mencapai ribuan meter persegi," ujar seorang pengrajin kayu arang di Birem Bayeun.

Menurutnya, pengrajin kayu arang selama ini tidak hanya melakukan penebangan semata tetapi juga disertai dengan penanaman ulang.

Mereka mengaku hanya memotong pohon yang sudah besar dan melakukan penanaman kembali untuk menjaga keberlangsungan hutan bakau.

Ia juga mengatakan, hutan bakau merupakan satu-satunya sumber nafkah sehari-hari bagi para pengrajin kayu arang. Mereka tidak mengharap kaya, hanya untuk menyambung hidup.

"Pihak yang menyebutkan kami adalah perusak hutan mangrove, itu salah alamat," ujarnya.

IS TANJONG

Komentar

Loading...