Pemberhentian Ribuan Honorer di Lhokseumawe Dapat Tingkatkan Pengangguran 

Pemberhentian Ribuan Honorer di Lhokseumawe Dapat Tingkatkan Pengangguran 
Direktur Eksekutif Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) HMI Cabang Lhokseumawe- Aceh Utara, Arwan Syahputra. Foto: Dok pribadi.

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe memberhentikan 2.753 tenaga harian lepas (THL) di jajaran setempat. Hal itu dinilai dapat meningkatkan angka pengangguran di daerah mantan “petrodollar” tersebut.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, Arwan Syahputra mengatakan, diberhentikannya tenaga honorer dengan jumlah 2.753 di Kota Lhokseumawe, bisa merusak citra kota itu sendiri.

“Bahkan hal ini kami nilai bertentangan dengan azas pemerintahanan yang baik (Good governance). Apalagi mereka sebut dengan alasan karena minim anggaran, berarti mereka (Pemkot) tidak cermat diperencanaan dan Pengelolaan keuangan daerah,” kata Arwan kepada AJNN, Selasa (23/11).

Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Malikussale itu juga menyebutkan, seharusnya Pemko Lhokseumawe bisa memprioritaskan dulu tenaga honorer ini pada P-APBK 2022 mendatang. Dan mana-mana pembangunan yang bukan skala prioritas, sebaiknya jangan dulu didahulukan.

“Lebih baik pikirkan nasib ribuan honorer. Kadang kita bingung lihat Pemko Lhokseumawe ini, kami pernah memeriksa di Sirup LKPP 2021, masih ada juga pengadaan dan pembangunan yang kami nilai kurang cermat dan berpihak pada kepentingan publik,” tutur Arwan.

Nah yang hal semacam ini lah, sebut Arwan, agar tidak diloloskan dulu pada P-APBK 2022. Sehingga, honorer di Kota Lhokseumawe bisa terselamatkan, karena ini soal kemanusiaan dan kepentingan banyak orang.

Baca Selanjutnya...
Halaman 123

Komentar Pembaca

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Loading...

Berita Terkini