Unduh Aplikasi

Pembeli Sepi, Pedagang di Lhokseumawe Gulung Tikar

Pembeli Sepi, Pedagang di Lhokseumawe Gulung Tikar
Puluhan toko di Los Lhokseumawe tutup total. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Puluhan toko di pusat perbelanjaan pakaian Pasar Los Kota Lhokseumawe tutup total. Pasalnya, sepinya pembeli oleh masyarakat sehingga mengakibatkan merosotnya penghasilan pedagang di lokasi itu.

Amatan AJNN, puluhan pintu toko, yang biasanya jualan baju, sendal dan sepatu serta pakaian lainnya sudah tutup dan ditinggal penghuninya. Toko yang paling banyak tutup, berada di gang Los F dan Los B.

Salah seorang pedagang sandal dan sepatu di gang Los F yang masih bertahan, Andre mengatakan, dirinya sudah mulai berjualan di lokasi itu sejak tahun 2013 lalu. Namun kondisi pembeli mulai sepi, semenjak tiga tahun yang lalu, yakni mulai 2017.

Baca: Dampak Ekonomi Warga Merosot, Pasar di Lhokseumawe Sepi Pembeli

“Daya beli konsumen sudah sangat berkurang, sejak tiga tahun lalu. Makanya pedagang tidak sanggup bertahan, apalagi pengeluaran menyewa toko tidak sesuai dengan pemasukan,” katanya kepada AJNN, Sabtu (18/1).

Dikatakan Andre, pembeli di Kota Lhokseumawe dinominasi pegawai, dibandingkan dengan warga lainnya. Minimnya pembeli seperti itu, sangat berdampak pada pemasukan.

“Jika pemasukan berkurang, kebutuhan hidup dan bayar sewa toko tidak akan mencukupi,” ujarnya.

Baca: Pasar Sepi, Pedagang di Abdya Mengeluh

Lanjut Andre, dulu dalam sehari barang dagangannya bisa laku sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta. Namun sekarang hanya laku Rp500 ribu hingga Rp200 ribu saja.

“Untuk sewa toko sendiri, kalau tiga tahun lalu Rp16 juta per tahun. Karena sekarang pembeli sudah sedikit, harga sewa toko juga diturunkan pemilik menjadi Rp10 juta pertahun,” katanya.

Andre berharap, semoga ekonomi masyarakat Kota Lhokseumawe bisa kembali normal seperti dulu. Sehingga pedagang pun bisa memutarkan modalnya dengan baik, dan tidak sepi seperti saat ini.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...