Unduh Aplikasi

Pembeli Kurang, Pedagang Cabai di Simeulue Mengeluh

Pembeli Kurang, Pedagang Cabai di Simeulue Mengeluh
Nursairing Tumanggor pedagang cabai di Pasar Inpres, Sinabang menunjukkan sejumlah cabai yang membusuk akibat kurangnya pembeli, Rabu (5/5/2021). Foto: AJNN/Indra Wijaya.

SIMEULUE - Daya minat masyarakat kurang untuk komoditas pangan kurang, pedagang di Pasar Inpres, Sinabang, mengeluh dagangannya banyak yang terjual.

Hal tersebut diungkapkan, Nursairing Tumanggor. Ia mengatakan, sejak sepekan terakhir jelang hari raya Idul Fitri daya beli masyarakat untuk komoditas pangan mengalami penurunan.

"Pembeli kurang. Padahal biasanya jelang lebaran kayak gini pembeli mulai ramai," kata Nursairing kepada AJNN, Rabu (5/5/2021).

Akibatnya, stok cabai miliknya banyak busuk karena minimnya pembeli jelang lebaran. 

"Saya stok saya beli sekitar 300 kg. Tapi sudah banyak yang busuk itu. Ini saja yang saya asingkan hampir tiga kg lebih cabainya," ungkapnya.

Untuk harga sendiri, kata Nursairing, masih relatif normal. Untuk cabai merah dan bawang merah ia menjual dengan harga Rp 40.000 per kg.

"Harga kita masih relatif normal tidak mengalami kenaikan. Kemudian stok komoditas pangan jelang lebaran masih mencukupi," jelasnya.

"Tahun ini kita nggak ada semangat untuk jualan. Karena sepi pembeli," lanjutnya.

Ia mengaku tahun ini cukup berat baginya untuk jualan. Ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga jadi pemicu turunnya daya beli masyarakat.

"Kita cuma berharap saja, kondisi semakin membaik. Karena pendapatan kita seharinya juga tidak menentu," pungkasnya.

HUT Pijay

Komentar

Loading...