Unduh Aplikasi

Elpiji 3 Kg langka

Pembeli di Meulaboh diwajibkan menunjukkan KTP

ACEH BARAT -  Gas elpiji tabung 3 kilogram di Aceh Barat semakin sulit didapati di pasaran, hal ini terjadi sejak beberapa hari terakhir. Jika pun tersedia di pangkalan,  pembeli diwajibkan untuk menunjukan kartu indentitas mereka dengan tujuan untuk menghindari pembeli ganda.

Kelangkaan elpiji bersubsidi terjadi hampir di seluruh pangkalan elpiji di kota Meulaboh.  Tingginya permintaan elpiji 3 kilo gram diduga terkait kenaikan harga Elpiji 12 kg yang kini dijual RP 135 ribu per tabung, sedangkan elpiji 3 kg dijual dengan harga Rp 16 ribu per tabung.

Minimnya pasokan gas selama beberapa hari terakhir, membuat pembeli harus menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP),  hal itu dilakukan guna menghindari pembelian ganda oleh masyarakat dan agen ilegal yang  ingin menjual dengan harga tinggi di kios pengecer.

Bawi seorang penjual gas elpiji di Simpang Kisaran Meulaboh kepada AJNN mengatakan,  meminta kepada para pembeli untuk menunjukkan KTP dan didata, hal ini dilakukan untuk menghindari  pembeli yang ingin memborong ketersedian stok yang ada, sehingga ditakutkan keberadaan gas elpiji bersubsidi menjadi langka.

“ Pembeli tunjukan KTP untuk mamastikan aja, sehingga bisa terhindar dari terjadinya praktek curang yang tidak kita inginkan bersama," kata Bawi.

Menurut infomasi yang dihimpun AJNN dilapangan, Rabu (22/10),  harga elpiji 3 kg yang tersedia di pangkalan di empat kecematan yaitu kecamatan kaway XVI,  Pante Ceureumen,  Sungai Mas dan  Arongan Lambalek, untuk harga dijual mencapai 25 ribu per tabung.

MUCHLIS AP

Komentar

Loading...