Unduh Aplikasi

Pembebasan Lahan Jembatan Panteraja, Satu Persil Bersengketa

Pembebasan Lahan Jembatan Panteraja, Satu Persil Bersengketa
Proyek Pembangunan Jembatan Duplikat Panteraja. Foto: AJNN/Muksalmina

PIDIE JAYA - Sebanyak lima pemilik lahan tidak terima dengan harga yang ditetapkan terhadap ganti rugi pembebasan lahan proyek pembangunan jembatan duplikat Panteraja, Pidie Jaya, dititipkan di Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Adapun lima pemilik lahan yang dititipkan di PN Pidie Jaya adalah, Kurmi Amanaf, Riski Amalia, Azhar, Umar Sabi dan Yahya AK. Jumlah persil lahan untuk lima pemilik itu adalah 10 persil, dengan total biaya sebesar Rp 3 miliar lebih.

"Untuk mekanisme penarikan uang ini sederhana, sebagaimana diatur Perma nomor 3 Tahun 2016. Mereka harus membuat permohonan dan melengkapi surat-surat pengantar dari pelaksana proyek," kata Jubir PN Pidie Jaya, Angga Afrianssyah, Selasa (2/2). 

Dikatakan, tiga diantaranya, yakni Azhar, Rizki Amalia, dan Umar Sabi, sudah melakukan penarikan. Sedangkan Kurmi A Manaf, saat itu sedang dalam proses penarikan.

Baca: Kejati Aceh Diminta Usut Dugaan Permainan Pembebasan Lahan Proyek Duplikat Jembatan Panteraja

"Yang sudah menarik Azhar, Rizki Amalia, dan Umar Sabi. Kurmi A Manaf sedang dalam proses," jelas Angga saat itu yang dijumpai AJNN di kantor PN setempat.

Dikonfirmasi kembali, Angga menyebutkan, salah seorang pemilik lahan atas nama Yahya AK belum dapat mengambil biaya ganti rugi.

Hal itu disebabkan, yang bersangkutan digugat oleh pemilik lainnya, sehingga objek ganti rugi tersebut menjadi objek sengketa.

"Belum semua, karena memang ada satu ganti rugi pembebasan lahan yang memang belum bisa diambil. Karena memang terkait dengan adanya gugatan, sehingga objek ganti rugi menkadi objek sengketa," jelas Angga menjawab AJNN melalui pesan Whatshapps, Jumat (5/2).

Informasi yang dihimpun AJNN, lahan yang menjadi sengketa tersebut, sekitar 68 meter diantaranya adalah lahan milik PJKA atau sekarang disebut PT Kereta Api Indonesia (KAI).

HUT Pijay

Komentar

Loading...